
|
|
Mobile devices seperti handphone dan tab memang semakin dominan sebagai alat komunikasi personal karena dianggap sangat kompatibel dengan gaya hidup di era digital saat ini. Saat kita bangun di pagi hari, tangan kita bergerak mencari handphone atau tab yang baru sekitar 5 jam yang lalu kita istirahatkan di sebelah kita. Memang banyak hal yang sepertinya perlu diperiksa di pagi hari: pesan di media sosial, berita-berita terbaru di situs berita online, kalender pengingat pertemuan penting, hingga mengupdate status.
Bagi sebagian orang yang sudah berusia lebih dari 40 tahun, setelah memeriksa mobil devices mereka di pagi hari seperti yang disebut di atas, aktifitas selanjutnya yang masih dilakukan dengan rutin adalah membaca koran pagi dengan cepat, dan menekan tombol radio untuk mendengarkan kicauan para penyiar pagi ketika sudah berada di mobil. Kebiasaan membaca koran pagi dan mendengar radio saat berkendara sudah menyatu dengan kehidupan mereka sehari-hari selama 20 tahun lebih.
Baca : Tantangan Mengintegrasikan Media Segmented Ke Dalam Media General
Generasi umur 45 tahun ke atas sudah sangat terbiasa mengonsumsi media konvensional seperti halnya koran dan radio. Mereka mengakui bahwa media-media pagi turut membesarkan dan membangun kemandirian mereka sebagai profesional, pengusaha, konsultan, politisi, guru, dan ragam profesi lainnya. Gaya bahasa koran pagi yang elegan, sistimatis dan analitik membuat mereka terbantu dalam memahami persoalan ekonomi, politik, budaya, hingga ragam isu-isu menarik lainnya. Kicauan pagi para penyiar radio dikenal mampu membangkitkan semangat pagi dan seringkali membawa suasana menjadi lebih segar dan ceria.
Seharusnya, generasi milenial tidak perlu meninggalkan media konvensional dengan dalih bahwa media ini sudah tidak kompatibel dengan gaya hidup masa kini. Media digital memang mampu menghadirkan berita dan informasi yang mengalir deras dan cepat lewat ratusan media-media online dan media sosial yang cukup diakses hanya melalui satu mobile devices saja. Mengonsumsi media cetak dan radio berkualitas pada dasarnya masih sangat perlu. Media-media ini sebisa mungkin juga tidak perlu berpindah platform. Koran dan radio dalam bentuk konvensional memungkinkan audiens melakukan aktifitas konsumsi media yang lebih fokus sehingga penyerapan isi menjadi lebih mendalam.
Lewat cara konsumsi seperti inilah media-media konvensional memberikan banyak manfaat kepada audiens berusia dewasa selama puluhan tahun.
Baca : “Kicauan” Penyiar Radio Pengaruhi Industri Radio Saat Ini
Generasi milenial perlu mencoba menekuni salah satu koran pagi nasional yang hingga saat ini masih masih tetap konsisten menyajikan berita dan informasi dalam bahasa dan tutur kata yang sistimatis, berimbang, bertanggungjawab dan teduh. Berita dan informasi yang ditampilkan oleh koran nasional ini, tampak berkualitas dengan urutan berpikir yang jelas. Berbagai radio stasion juga masih tetap setia menyapa audiensnya dengan semangat pagi yang khas, dan lagu-lagu pop terbaru yang membangkitkan semangat.
Generasi milenial tidak perlu lama-lama untuk membaca koran pagi dan mendengar kicauan pendengar radio di pagi hari. Kalau terbiasa menikmati sajian koran pagi kurang lebih 15 hingga 20 menit, menikmati kicauan radio pagi hari terutama di kendaraan selama 30 hingga 60 menit, maka kita berpeluang mendapat berbagai keuntungan atau manfaat emosional dan rasional yang pasti signifikan dalam menjalani hidup keseharian kita.
Koran dan radio perlu bertahan demi memberi kesempatan bagi generasi milenial belajar tutur kata yang sistimatis, menyimak analisis berita dan informasi yang berimbang, sikap editorial yang relatif jujur dan fair. Mendengar radio di pagi hari akan menstimulasi otak menjadi lebih segar, tidak terjejali atau dipenuhi secara tiba-tiba dengan pesan-pesan media sosial berisi isu politik yang terkadang sangat murahan. Suasana pagi yang seharusnya segar bisa berubah menjadi gerah, dan otak kita yang seharusnya disiapkan untuk bekerja keras sepanjang hari menjadi tumpul karena ocehan-ocehan tidak bermutu di media sosial.
![]()
– Strategi Bertahan Media Cetak
– Daya Magis Radio dan Industri Daerah
– “Kicauan” Penyiar Radio Pengaruhi Industri Radio Saat Ini
– Daya Tahan Industri Radio Membawa Optimisme Pengiklan




























