Ruang-Lingkup Antropologi Juga Ada di Facebook
Begitu banyak ruang lingkup dalam ilmu Antropologi. Ruang-lingkup ini sebenarnya sangat bermanfaat bagi digital media planners, account director ataupun creative director untuk memahami karakteristik target audiens yang bisa digali di Facebook. Berikut ini adalah beberapa lingkup ilmu Antropologi yang bisa digunakan untuk bidang periklanan.
1. Antropologi Ekonomi
Bidang ini merupakan cara manusia dalam memerintahkan dan mengekpresikan diri melalui penggunaan barang dan jasa material (Gudeman, 2000: 295). khususnya aliran mikro dan neoklasik . melalui pengkajian pendekatan neoklasik, walaupun cakupnya begitu besar (makro) bahkan yang lebih unik lagi adalah aliran marxisme.
2. Antropologi Kebudayaan
Antropologi kebudayaan adalah antropologi yang terluas meliputi Politik serta Hubungan Kebudayaan dan Kekuasaan. Politik di mata antropologi budaya sering terjebak oleh kepentingan politik. Hal ini terjadi dalam berbagai peristiwa politik seperti Pemilihan Presiden AS antara Trump dengan Hillary Clinton dimana issue sensitif menjadi agenda yang juga bertarung. Sedangkan satu-satunya hal yang dinilai Antropologi menjadi kesepakatan dan penyatuan adalah bahasa. Bahasa menjadi hal yang tidak dipertentangkan. Sangat berbeda dengan politik, bahasa justru menjadi hal yang disepakati bersama sehingga bisa melintasi seluruh belahan dunia. Misalnya penggunaan bahasa Inggris dipakai oleh semua orang untuk menyatakan pendapat meski orang tersebut datang dari negara yang berbeda-beda.
Facebook dengan segala kemampuannya mampu merangkum segala kebutuhan informasi untuk mendukung marketing. Bahkan bagi agency, ada baiknya untuk menggali berbagai data di sosial media dikolaborasikan oleh seorang Antropolog. Keahlian antropolog tentunya berbeda dengan digitalists. Dengan ilmu Antropologi, pendekatan kemanusiaan bisa dilakukan meski itu melalui sosial media sehingga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan industri advertising.
Bagi digital agency, sangat mungkin bahwa pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti “Apa yang mendefinisikan bahwa kita manusia?” “Bagaimana tingkah laku manusia?” dan “Mengapa setiap grup memiliki perilaku yang berbeda dengan grup yang lain?” akan memiliki jawaban yang berbeda bahkan mungkin lebih menarik karena Anda akan mendapatkannya bukan dari manusia langsung, tetapi jawaban manusia yang berada dalam social media.
![]()
– Menghidupkan Kembali Ekosistem Industri Media dan Agency di Era Digital
– Menangkap Peluang Issue Go Green di Generasi Milenial
– Perspektif Peran Advertising di Era Digital
– Mari Bermimpi Menjadi Advertising Agency Terbaik Dunia




























