
|
|
Permasalahan yang bisa terjadi adalah sudut pandang digital dengan advertising yang berbeda dari kacamata clients. Idealnya antara advertising dan digital bisa saling mendukung. Tantangan yang terjadi di dunia advertising adalah bagaimana membangun iklan yang kuat meskipun itu tidak terintegrasi dengan digital. Sedangkan digital memiliki kekuatan untuk melakukan penetrasi ke target audience berbasis digital dan membuat pengukuran lebih spesifik. Pertentangan yang terjadi adalah clients bisa saja mengklaim bahwa dengan creative design “seadanya” tetap bisa membangun awareness asalkan menggunakan basis Digital. Okay, jika bicara creative design yang konon katanya “seadanya” tentu akan berhubungan dengan harga yang murah. Harga yang murah ini yang pada akhirnya bisa mengkanibal divisi creative di agency.
Padahal, untuk membangun brand awareness dan interaksi yang kuat antara brand dengan target market adalah kreatifitas. Perlu disampaikan kepada clients bahwa target audience lebih mudah menerima pesan dengan kreatifitas. Dalam sehari target market bisa menerima ratusan pesan, lalu bagaimana mungkin pesan yang disampaikan bisa masuk ke otak target market jika tak ada kreatifitas? Apakah hanya dengan kreatifitas “seadanya” bisa menarik perhatian target market?
Jangan apa-apa karena alasan efisiensi, kita jadi cepat menerima alasan clients yang menawar murah. Memang butuh keahlian tim account management untuk menjelaskan apa fungsi kreatif dan bagaimana dampak kreatifitas terhadap target market lalu setelah itu baru gunakan platform digital sebagai medium untuk mendorong awareness sehingga bisa membangun interaksi.




























