Inilah 2 Perempuan Terkaya di Indonesia Saat Ini
Majalah Forbes juga baru-baru ini merilis daftar orang terkaya di Indonesia bertajuk Indonesia’s Rich List. Di dalam daftar tersebut terdapat dua wanita yang merupakan wanita terkaya di Indonesia, yaitu Arini Sarraswati Subianto dan Kartini Muljadi.

Arini menjadi wanita terkaya di Indonesia berada di peringkat ke-37 daftar 50 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai 820 juta dollar AS atau setara Rp 11,07 triliun dengan asumsi Rp 13.500 per dollar AS. Menurut Forbes, kekayaan Arini berasal dari minyak sawit dan batubara.
Arini merupakan Presiden Direktur PT Tri Nur Cakrawala, PT Pandu Alam Persada, dan PT Persada Capital Investama. Ia memperoleh gelar sarjana pada 1994 dari Parsons The New School for Design, AS, dan gelar MBA pada 1998 dari Graduate School of Business at Fordham University. Ia merupakan putri dari pengusaha Benny Subianto. Sang ayah, yang merupakan pemegang saham PT Adaro Energy Tbk, yang wafat pada Januari 2017. Mendiang Benny merupakan salah satu pemilik saham PT Adaro yang tahun lalu masuk dalam peringkat ke-33 orang terkaya di Indonesia.
Arini meneruskan usaha yang dirintis ayahnya. Dia juga dikenal sangat mencintai buku dan suvenir. Tak heran jika pada 2003 lalu dia menggabungkan konsep suvenir dan buku dalam toko buku Aksara di Jakarta.
Selain Arini, wanita yang masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia adalah Kartini Muljadi (87). Forbes mengestimasikan kekayaannya mencapai 680 juta dollar AS atau setara sekitar Rp 9,1 triliun.

Kartini memiliki latar belakang hukum, pernah menjadi hakim, dan mendirikan biro konsultan hukum Muljadi&Rekan. Ia adalah lulusan Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan Universitas Indonesia. Kartini memperoleh gelar sarjana pada 1958 silam.
Kartini juga merupakan pebisnis dan anak-anaknya pun berkecimpung sebagai pengusaha. Ia memiliki saham pada PT Tempo Scan Pacific Tbk. Kini perusahaan yang dikenal sebagai pemilik merek Bodrex dan Hemaviton ini dijalankan oleh anak kartini, Handojo Slamet Muljadi.
Kartini kini hanya mengawasi jalannya kepemimpinan Handjojo sembari mengontrol bisnis konsultan hukumnya, Kartini Muljadi & Rekan yang didirikan pada 2 Juli 1990.
![]()
– Dilema Kreatifitas Masuk Procurement
– Advertising & Digital; Agar Kreatifitas Tidak Ditawar Murah oleh Client
– Saling Sindir Motorola, Samsung dan Apple




























