Fenomena Ad Passive Exposure atau Active Avoidance

0
1796

Ad Blocking!

Dewasa ini semakin banyak orang yang melakukan ad blocking atau sebisa mungkin menghindari iklan dengan ragam alasan atau latar belakang. Penonton televisi seringkali menghindari iklan dengan cara melewatkan iklan dengan cara memindahkan saluran televisi ketika iklan tiba-tiba muncul di sela-sela program. Para pembaca kerap melewatkan dengan cepat iklan yang tertera di halaman-halaman majalah juga dengan banyak alasan. Sejumlah aplikasi ad blocking saat ini banyak ditemukan di berbagai perangkat telepon seluler sebagai salah satu upaya menghindari iklan yang seringkali mengganggu kenyamanan audiens. Aplikasi ini secara otomatis akan memilah bahkan menghindarkan pengguna perangkat telepon dari gangguan iklan sehingga otomatis tingkat eksposur iklan akan menurun bahkan hingga ke tingkat yang signifikan.

Menghindari Iklan

Memboikot iklan, perlukah itu kita lakukan? Sepertinya hal ini masih menjadi perdebatan sebab iklan juga diakui sebagai suatu konten yang memberikan banyak manfaat terlepas dari berbagai kontroversi iklan itu sendiri. Menghindari iklan tidak terlepas dari tujuan seseorang menggunakan media untuk tujuan mencari hiburan, informasi, berita, serta membaca tulisan atau blog dan juga mengupdate status. Menghindari iklan sepertinya akan menaikkan mutu konsumsi media atau setidaknya mengoptimalkan waktu konsumsi media untuk tujuan utama.

Perasaan diinterupsi (hindrance) menjadi alasan lain yang mendorong seseorang melakukan blocking terhadap iklan. Bahkan, rasa jengkel karena iklan menutup halaman secara tiba-tiba seringkali membuat seseoang dengan sedikit emosional mencari tombol ‘x’ dan kemudian menekannya demi menghilangkan iklan secepat-cepatnya. Namun seringkali iklan malah terbuka karena tombol ‘x’ berdekatan dengan tombol open atau yang tertekan malah iklan itu sendiri. Akibatnya, seseorang lebih merasa jengkel lagi dan korban berikutnya adalah iklan pop up lain yang dengan begitu santai nongol di atas berita atau konten lainnya.

Kemudian perasaan terganggu (impediment) ketika hendak mencapai tujuan utama juga menjadi alasan lain seseorang sehingga terpaksa menghindari iklan. Ikan bukan tujuan utama seseorang dalam membuka media online sehingga iklan akan selalu dianggap mengganggu ketika hadir secara tiba-tiba. Tidak saja di media online, di berbagai media konvensional hal ini juga terjadi.

Paparan Iklan

Menjangkau sebanyak mungkin audiens yang terterpa atau terpapar iklan jelas menjadi tujuan awal semua iklan yang ditayangkan di berbagai media. Apakah iklan yang muncul tiba-tiba hingga menutupi konten suatu media akan berhasil menciptakan terpaan yang tinggi? Sepertinya ya, namun perasaan terganggu atau diinterupsi akan menjadi kontraproduktif sebab bisa saja akhirnya yang terjadi justru Low Attention.

Mengapa demikian? Ketika seseorang merasa terganggu oleh iklan maka yang timbul justru persepsi negatif sebab konteksnya seolah menjadi pemaksaan. Sebagian pengamat atau ahli sering menyarankan pemasang iklan untuk tidak memunculkan iklan secara bersamaan dengan konten, tentu saja efeknya bisa menjadi low atau passive exposure tapi secara lambat laun hasilnya bisa menciptakan high attention sebab audiens menerima dan menikmatinya dengan rasa nyaman, tanpa dipaksa.

Nah, pertanyaannya apakah sebagai pengiklan anda membutuhkan passive exposure atau active avoidance? Atau memaksa iklan anda muncul tiba-tiba sekalipun hal itu membuka peluang pemaksaan?

 


– Ini jadwal lengkap Piala Dunia 2018 di Rusia
– Menyatukan Generasi Periklanan ‘Zaman Old’ dan ‘Zaman Now’
– Facebook Keluarkan Fitur Baru Bernama Snooze