Berbeda dengan Industri Otomotif
Langkah Gojek dengan melakukan terlebih dahulu R&D di negara tujuan ekspansi bukanlah hal yang baru. Perusahaan otomotif seperti Honda ataupun Yamaha sudah melakukan langkah ini sejak lama. Bahkan bukan sekadar R&D yang dilakukan oleh pelaku Industri otomotif ini, mereka bahkan melakukan “percobaan” pemasaran di sebuah negara yaitu Thailand. Makanya tidak mengherankan jika produk-produk baru buatan Honda atau Yamaha diluncurkan terlebih dahulu di Thailand. Jika pasar Thailand bisa menerima produk tersebut, maka bisa dipastikan produk otomotif tersebut tidak lama lagi akan masuk ke Indonesia yang memiliki pasar lebih besar dari Thailand.
Perbedaan antara Gojek dengan industri otomotif dalam melakukan “uji coba” ada di tahap penerimaan produk (industri otomotif) dan teknologi (aplikasi ojek). Jika risiko di Industri otomotif hanya di tingkat produknya tidak laku tetapi jika di industri aplikasi ojek risikonya bisa berdampak terhadap konflik horisontal. Konflik horisontal yang pernah dialami Gojek di Indonesia tentu menjadi pengalaman yang sangat dan teramat berharga. Untuk itulah sangat tepat jika Gojek menurunkan R&D terlebih dahulu ke negara manapun tujuan ekspansinya. Selain untuk mengukur sejauh mana pasar potensial, langkah ini sekaligus untuk mengukur seberapa mampu masyarakat tujuan ekspansi bisa menerima perubahan transportasi secara revolusioner? Akankah India bisa menerima Gojek? Atau mungkin ada negara lain yang menanti kehadiran Gojek? Kita tunggu saja.
![]()
– Risiko Dibalik Iklan Offensive
– Dilema Kreatifitas Masuk Procurement
– Sulitnya Mengubah Kebiasaan Target Audience
– Advertising Tidak Akan Bubar!




























