
|
|
Organisasi tersebut menjelaskan bahwa anak-anak dinilai Messenger for Kids di Facebook akan mempengaruhi mental dan kesehatan anak-anak. Secara psikologis, anak-anak dibawah umur belum mengetahui apa itu “Privasi” sehingga bisa membahayakan tumbuh kembang anak-anak. Apalagi anak-anak belum memiliki kemampuan untuk menimbang, posting-an mana yang untuk privasi maupun publik.
Selain memiliki dampak negatif dari sisi psikologi, Facebook Messenger for Kids juga dianggap dapat menciptakan ketergantungan anak kepada media sosial di smartphone. Dari beberapa observasi, banyak ditemukan kasus bahwa anak dibawah umur sulit untuk mengelola dan mengontrol media sosial. Hasilnya adalah sebanyak 78% anak-anak membuka ponsel setiap satu jam. Sedangkan 50% lainnya memiliki ketergantungan kepada smartphone. Hal ini dianggap membahayakan karena anak-anak tersebut umumnya berusia dibawah 18 tahun, sehingga besar kemungkinan kecanduan terhadap media sosial di smartphone cenderung terus meningkat hingga usia dewasa.
“Mendorong anak-anak untuk berteman secara online akan mengganggu dan mengubah interaksi tatap muka serta bermain yang sangat penting untuk membangun keterampilan perkembangan yang sehat”, begitu potongan surat tersebut untuk Zuckerberg.
Ketergantungan kepada media sosial dianggap mampu merusak kemampuan membaca emosi manusia, menghambat kebahagiaan dan keterlibatan fisik di dunia nyata. Anak-anak perempuan umur 10-12 tahun juga memiliki kecenderungan terobsesi dengan bentuk tubuh ideal, yang memicu mereka untuk melakukan diet usia dini.




























