Facebook Messenger Kids yang Kontroversial

0
1496

Tetap Ditolak

Antigone Davis, sebagai perwakilan dari Facebook menyatakan bahwa urung mengabulkan permintaan tersebut. “Kami membuat Messenger Kids dengan komite penasihat ahli parenting dan perkembangan, melibatkan keluarga mereka sendiri dan bekerjasama dengan asosiasi naional orangtua dan guru (National PTA)”, jelas Davis seperti dikutip dari Washington Post, Rabu (31/1/2018) kemarin.

Facebook mengklaim bahwa Messenger for Kids tidak menyertakan iklan dan tidak memberikan informasi tentang anak kepada pengiklan. Messenger Kids sendiri baru berumur dua bulan sejak rilis pada Desember 2017 lalu. Aplikasi ini menjadi alternatif bagi anak-anak di bawah 13 tahun untuk menggunakan sosial media. Sebab Facebook utama hanya mengijinkan batas usia minimal 13 tahun untuk memiliki akun.

Dari kasus ini mengungkap bahwa begitu rumit antara persoalan teknologi dengan etika. Keduanya memiliki peran yang begitu kuat. Manusia sejatinya membutuhkan teknologi untuk mempermudah kehidupan, namun etika juga dibutuhkan untuk menjaga agar teknologi tidak melewati batas nilai kemanusian.

Permasalahan dalam konteks ini adalah teknologi dan etika menunggu reaksi dari sebuah terobosan inovasi. Teknologi Facebook Messenger for Kids belum bisa dibuktikan apakah membawa efek negatif atau positif. Perlu periode yang sangat lama untuk membuktikan efek dari teknologi ini. Jadi, semua tergantung pada sudut pandang dan hati nurani orang tua terhadap teknologi yang melibatkan anaknya.


– Rupert Murdoch Tekan Facebook untuk Hargai Pengisi Konten
– Google Play “Bersih-bersih” Aplikasi
– 5 Brand ini Ramai-ramai Menyerbu Pasar Digital
– Clarks Indonesia Tutup