Kontroversi
Dibalik pertumbuhan belanja iklan seperti yang dirilis oleh lembaga survey, ada kontroversi yang dihadapi oleh banyak media tradisional dewasa ini. Mereka semakin kesulitan bahkan sudah menyerah dalam menjaga perolehan pendapatan iklan mereka.
Lewat beragam pengamatan yang kami lakukan hal-hal di bawah ini telah terjadi secara masif:
-
Diskon yang diminta oleh pemasang iklan terus meningkat hingga mencapai angka yang sangat tidak sehat. Persaingan perebutan pengiklan terus terjadi bahkan mengorbankan diskon dan space secara terus menerus.
-
Ketika space yang ditawarkan sebagai bonus sudah semakin terbatas dan diskon yang ditawarkan sudah menyentuh angka tertinggi akhirnya ada banyak media yang mulai kesulitan dalam menjaga pendapatan mereka yang terus menurun dengan cepat. Akhirnya, kerugian demi kerugian membayangi perjalanan perusahaan dan tidak heran jika akhirnya berujung pembubaran.
-
Banyak media yang mengalami tiga hal ini sekaligus: jumlah pengiklan terus menurun, jumlah bonus space atau frekuensi dipaksa untuk terus naik, bahkan diskon juga terus membesar. Ada banyak media tradisional televisi, radio dan cetak yang mengalami hal ini secara struktural.
Industri media dan periklanan perlu melakukan diskusi soal hal ini sebab ancaman bubarnya media tradisional di Indonesia secara massal bukan tidak mungkin akan terjadi dalam waktu yang lebih cepat. Akan banyak pihak yang dirugikan jika media tradisional seperti televisi, radio dan cetak tidak lagi menghiasi lansekap media di Indonesia. Apakah pengiklan juga diuntungkan?




























