Engagement Rating Program Televisi

0
2604

Rating program televisi yang dirilis oleh lembaga survey Nielsen saat ini memang tidak ditujukan untuk mengukur engagement audiens termasuk bentuk-bentuk reaksi atau tindakan yang lebih jauh dari audiens terhadap program. Sangat bisa terjadi, suatu program yang ratingnya tinggi, tapi engagement ratingnya negatif, hal mana sering teramati dari komentar-komentar audiens yang bernada negatif atau kritik keras audiens terhadap isi program. Di era media sosial dewasa ini, program-program tertentu yang memiliki rating rendah atau program dengan rating nol koma, sangat berharap bahkan diuntungkan oleh ramainya komentar audiens berupa pujian terhadap isi program, sehingga rating yang dianggap kecil terbantu lewat engagement audiens yang selintas teramati lewat media sosial.

Ada banyak program yang tidak bisa berharap banyak dari survey rating yang dilakukan oleh Nielsen, sebab spesifikasi audiens yang sesuai dengan program tidak tercapture oleh definisi responden yang ditetapkan Nielsen. Program-program yang lebih ‘diuntungkan’ oleh definisi responden survey kepenontonan program televisi saat ini adalah program dengan target audiens yang sangat luas seperti: all 10+, all male, all female, all occupations, dan lain-lain. Artinya, program-program yang sangat mudah dinikmati, mudah dicerna, atau program dengan orientasi escapism pasti akan berpenetrasi dengan cepat dan definisi responden yang diterapkan Nielsen saat ini jelas-jelas lebih mengakomodasi program dengan target yang sangat umum.

Program yang isinya ditujukan bagi audiens yang sangat spesifik atau less general audience sangat disarankan melakukan engagement rating survey, sehingga para AE atau penjual space iklan tidak dijebak dengan sanggahan atau keluhan CPRP yang sangat tinggi karena rating program yang hanya nol koma. Membandingkan rating program yang berorientasi kepada penonton general dan program yang ditujukan kepada audiens yang spesifik tapi menggunakan definisi audiens yang sangat umum sudah pasti tidak adil.   Persoalannya, pengiklan seringkali justru tetap menggunakan definisi audiens yang terlalu umum dalam mengukur rating program yang nyata-nyata isi dan audiens sasarannya sangat spesifik. Untuk mengatasi hal ini, para pengelola program harus melakukan survey kepada audiens yang definisinya lebih spesifik sekaligus mengamati engagement rating program tersebut di media-media sosial.


– Survey Nielsen: “In-Program Ads” Jadi Daya Tarik Bagi Industri Media & Periklanan
– Television Planning Rating Game: Disadvantage Rating dan CPRP Bagi Stasiun Televisi
– Mengenal Manfaat dan Kekurangan Rating