
| ADVERTISING-INDONESIA.id – Sejumlah praktisi periklanan khususnya tim kreatif pasti familiar dengan istilah: Bates is USP, TBWA\ Disruption live, dan DDB Apperture. Istilah atau sebutan ini adalah sebagian dari berbagai pakem atau filosofi berpikir yang diterapkan oleh berbagai advertising agency ternama dunia. |
Mereka memang sangat serius dalam membangun landasan pemikiran yang kokoh yang dibutuhkan pada saat pengembangan konsep dan materi komunikasi iklan. Perusahaan periklanan dunia sangat percaya diri dan jarang melakukan penjiplakan karya dan pemikiran orang lain. Mereka sangat menghargai konsep berpikir dan berupaya keras menciptakan filosofi yang akan mereka gunakan sendiri dalam merebut dan mempertahankan pelanggan atau pengiklan.
Bukti Kematangan Berpikir
Advertising agency tingkat global memiliki gengsi masing-masing dan menunjukkan kematangan berpikir mereka dalam ragam bentuk konsep dan filosofi berpikir. Para professional mereka dididik keras untuk memahami setiap filosofi tersebut dan dengan bangga menggunakannya di setiap kesempatan.
USP atau Unique Selling Proposition ditemukan dan dikembangkan oleh Bates pada masa kepemimpinan Rosser Reeves sekitar tahun 1960. Konsep ini dipopulerkan lewat buku yang berjudul Reality in Advertising yang hingga saat ini menjadi salah satu buku klasik periklanan. Pada awalnya, USP ditujukan untuk menanamkan satu gagasan besar ke benak pelanggan serta satu proposisi yang sangat jelas atau jernih yang jauh berbeda dari apa yang dimiliki pesaing serta sangat kuat dalam memotivasi orang untuk membeli. Konsep ini terus mengalami pemutakhiran hingga menjadi salah satu istilah yang sangat umum dan mendunia yang digunakan secara luas oleh para praktisi pemasaran global. Para professional Bates sangat bangga dengan istilah BATES is USP.
TBWA\ dikenal sebagai agency yang sangat mengandalkan kekuatan kreatif. Simbol \ bukanlah sekedar tanda garis miring biasa namun memiliki makna filosofi yang kuat. TBWA\ dikenal dengan karya-karya kreatifnya yang hebat dimana para pendirinya yaitu Tragos Willian G, Bonnange Claude, Wiesendanger Uli, dan Ajroldi Paolo merupakan kombinasi orang Amerika, Perancis, Swis dan Italia; dengan latar belakang yang berbeda-beda mereka sangat yakin tentang the diversity of creative concept. TBWA\ kemudian dikenal dengan konsep Disruption dan Media Arts yang diciptakan oleh Jean-Marie Dru ketika bertugas di BDDP Perancis pada tahun 1992. Disruption diinjeksi menjadi pola pikir dan digunakan dalam mengembangkan setiap hasil karya kreatif TBWA\.
DDB Needham Worlwide, Inc mematenkan Apperture pada tahun 1988 di Amerika. Konsep “apperture opportunity” dikembangkan oleh DDB atas dasar pemikiran bahwa pelanggan akan lebih terbuka kepada pesan atau proses komunikasi saat mereka benar-benar sedang membutuhkan suatu produk atau jasa. Salah satu turunannya adalah Media Apperture yang benar-benar menjadi salah satu cara berpikir yang jitu dalam menyiapkan dokumen media strategi yang kuat khususnya saat diimplementasikan dalam memilih media-media baru.




























