
ADVERTISING-INDONESIA.id – Jika Anda pernah naik Kereta Commuter Jakarta (KCJ), maka di dalam gerbong terdapat sebuah box berbentuk horizontal yang menempel di langit-langit gerbong. Inilah sebuah platform media digital ads yang relatif baru di Indonesia. Sesuai lokasinya, media ini membidik pengguna KCJ yang per harinya mencapai 1,2 juta penumpang sebagai captive market.
Perkembangan teknologi digital memungkinkan sebuah pesan disampaikan melalui platform media digital ads. MacroAd sebagai jaringan platform iklan (Ads Platform Network) menyediakan digital media luar ruang (Digital Out of Home media) yang diyakini sebagai media baru luar ruang yang efektif untuk beriklan. Dari sinilah tugas baru seorang advertiser untuk menggali keunggulan dan kelemahan sebuah DOOH yang dikelola oleh MacroAd.
Media Apperture: Reach & Recall
MacroAd menyebutkan bahwa rata-rata penumpang KCJ berada didalam kereta selama 40 menit. Momentum inilah yang dinilai sebagai high potential media apperture dimana interaksi mereka dengan iklan sekitar berpotensi menciptakan impresi yang kuat sekaligus awareness yang maksimal.
“Kami pakai 100 gerbong dan 99% penumpang aware terhadap layar. Sekarang ada 28 rangkaian atau sekitar 250 gerbong atau 1000 layar potensial. Tingkat ad recall bisa mencapai 60%. Bagi brand dengan billings tertentu kami berikan hasil survey. Survey yang dilakukan Markplus terhadap 200 penumpang menyebut bahwa 80% responden (reach) pernah melihat iklan dan 90% diantaranya mampu menyebut brand yang sedang beriklan (Ad-brand recall), ungkap Wahyudi, President Director MacroAd kepada Advertising Indonesia. Menurut Wahyudi, tingginya potensi “reach” dan “recall” inilah yang membedakan digital dengan static ads meski dalam gerbong yang sama.
MacroAd sebagai jaringan platform iklan (Ads Platform Network) menyediakan digital media luar ruang (Digital Out of Home media) yang diyakini sebagai media baru luar ruang yang efektif untuk beriklan.
Content & Context
Content bukan sekadar pesan tapi bagaimana sebuah brand mampu berinteraksi dengan target marketnya. Dalam hal ini, sebuah agency bisa memanfaatkan issue content dan context (konteks) untuk memaksimalkan impact DOOH sebagai media iklan sehingga menciptakan brand recall dan recognition yang kuat.
Perihal sustainability (keberlanjutan) dari media ini Wahyudi punya pandangan tersendiri: “Macroad melihat bahwa layar di berbagai Public transit akan semakin diperhitungkan sebagai platform iklan. Kami masih akan masuk ke public transit yang lainnya dengan pertimbangan public transit yang semakin bagus akan menjadi alternatif bagi banyak orang sekaligus pindah kesana,” ungkap Wahyudi kepada Advertising Indonesia.Perpaduan content dan context inilah yang kemudian menuntut kejelian media planner dalam membangun media plan yang efektif agar menghasilkan advertising effect yang kuat.
| Artikel terkait: | Potensi Strategis Media Luar Ruang Digital |
| Strategi Bertahan Media Cetak | |
| Ancaman Bisnis Media Cetak | |
| MacroAd Menangkan Tender Media Iklan |




























