Emtek Grup Akan Mengakuisisi KapanLagi Network

0
2267


ADVERTISING-INDONESIA.id – Di minggu ke dua Januari 2018, Emtek selaku induk usaha stasiun SCTV dan Indosiar melakukan terobosan bisnisnya yaitu dengan mengakuisisi saham KapanLagi Network (KLN) yang dimiliki raksasa media Singapura, MediaCorp.

Sebagaimana diketahui EMTEK sedang dalam proses negosiasi untuk mengakuisisi KapanLagi Network (KLN), yang didalamnya terdapat situs Kapanlagi.com dan Merdeka.com.

Langkah Emtek mengakuisisi Kapanlagi.com, dipercaya dapat menambah kekuatan baru Grup Emtek dalam persaingan bisnis media. Demikian juga dengan Merdeka.com, portal berita umum dan politik, diharapkan bisa bersinergi kepada produk serupa yang sudah dimiliki Emtek yaitu portal berita Liputan6.com.

Seperti diketahui juga, Emtek grup memang sejak beberapa tahun ingin membidik KapanLagi sebelum diakuisisi MediaCorp pada tahun 2014 lalu.

Saat itu, Merdeka.com masuk dalam lima besar trafik kunjungan pembaca media online, berdasarkan pemeringkat trafik Alexa.

Sedangkan Kapanlagi.com menempati peringkat pertama dalam kelompok media online yang fokus pada berita selebritis.

Saat ini, tiga besar trafik kunjungan pembaca media online adalah Detik, Tribun News dan Liputan6. Sedangkan KapanLagi dan Merdeka.com masing-masing menempati peringkat ke-5 dan 6.

Merdeka.com sendiri didirikan pada tahun 2011 oleh mantan warta2an sekaligus pendiriDetik.com, Atmaji Sapto Anggoro, bersama dengan Kapanlagi Network yang didirikan oleh Steve Christian dan beberapa rekannya tahun 2003.

Menurut sumber advertising-indonesia memang membenarkan adanya proses negosiasi itu meski masih belum rampung. “Belum, masih dalam penjajakanlah, will see lah ya,” ucapnya.

Sayangnya Direktur Utama Emtek grup, Sutanto Hartono belum memberikan tanggapan terkait akusisi bisnis yang hendak dilakukan Emtek grup ini.

Selain akuisisi tersebut, Emtek sedang berambisi mengembangkan Blackberry Messenger (BBM) yang ditujukan bukan hanya sebagai aplikasi pesan instan, tetapi juga penyedia berbagai macam konten. Beragam konten itu mulai dari berita sampai pemesanan tiket yang dikembangkan oleh Grup Emtek maupun kerja sama dengan pihak ketiga.

Dari beberapa sumber yang kami kumpulkan laporan keuangan Emtek, memang melonjak 82% menjadi Rp 5,3 triliun pada akhir Juni lalu, dibandingkan Rp 2,91 triliun per akhir Desember 2016. Biasanya kecenderungan perusahaan yang sedang ancang-ancang melakukan akuisisi adalah memiliki posisi kas yang melonjak.
Ini diakibatkan Bisnis televisi nasional milik Emtek yang ‘free-to-air’ yakni SCTV dan Indosiar dianggap sangat menguntungkan, karena sebagian besar pengeluaran iklan masih tertuju pada televisi.

Pada periode Januari-Juli 2017, berdasarkan data Nielsen, pengeluaran iklan di Indonesia masih didominasi oleh 15 televisi nasional, yang menerima total Rp 65,1 triliun, disusul oleh 99 surat kabar sebesar total Rp 15,6 triliun. Adapun, 104 stasiun radio Rp 812 miliar, dan tabloid serta majalah Rp 657 miliar.

 


– Media Cetak Menjemput Ajal
– Facebook Kembali ke “Akarnya”
– Perusahaan IT Tiongkok Mendobrak Dunia