
|
|
Kalau rating adalah jumlah orang atau individu yang menonton suatu program televisi pada jam tertentu dibandingkan dengan total populasi potensial penonton televisi maka engagement rating adalah suatu pengukuran kualitatif yang mengukur level keterlibatan penonton terhadap bagian atau keseluruhan konten yang sedang dilihat atau ditonton. Engagement rating menunjukkan seberapa besar interaksi seseorang dengan konten, atau dalam bahasa yang lain disebut program involvement rating. Indikatornya sangat kualitatif seperti: reaksi atau komentar spontan terhadap konten, komentar yang dibagikan, hingga tindakan yang lebih jauh lagi seperti melakukan analisis isi program termasuk memuji-muji isi program atau mengkritik isi program.
Secara kuantitatif, rating adalah angka yang menggambarkan jumlah penonton yang duduk di depan pesawat televisi dan mengaku lewat tombol elektronik seperti people meter mengamati siaran pada kurun waktu tertentu. Dalam konteks program televisi, rating sudah sejak lama diterima sebagai gambaran popularitas suatu program di kalangan penonton televisi. Ketika suatu program memiliki rating yang lebih tinggi dibanding program lain yang tayang pada jam yang sama di saluran televisi lainnya, maka program tersebut, dengan jumlah penonton yang lebih banyak, diasumsikan lebih populer: lebih disukai, dipuji, sekaligus lebih dikenal.
Program-program yang memiliki jumlah penonton yang dianggap signifikan, akan dipilih oleh pengiklan sebagai salah satu program yang digunakan sebagai media penyampai pesan iklan. Sekalipun mengundang banyak pertanyaan dan protes karena sebagian isinya yang dianggap kontroversial, program-program televisi yang saat ini berada pada top 100 program berdasarkan rating atau program yang menduduki ranking 1 hingga 100 berdasarkan rating, secara konsisten sangat diminati oleh pengiklan. Pengiklan yang memiliki target market demografis serta distribusi geografis yang luas pertama-tama sangat membutuhkan brand awareness yang seluas-luasnya. Lebih-lebih bagi brand yang disebut sebagai low involvement brand, maka jumlah mata yang melihat atribut-atribut brand dianggap jauh lebih penting dari pada mutu engagement audiens terhadap program. Hal ini menunjukkan bahwa rating secara langsung berhubungan dengan expected brand engagement, sekalipun engagement ratingnya rendah.




























