Mengapa Iklan Masih Terus Bertahan?

0
1564

KRITIK TERHADAP IKLAN

Iklan seringkali dikritik sebagai teknik komunikasi keliru karena dianggap menciptakan nilai atau perilaku konsumen yang salah, termasuk diantaranya adalah membuat orang membeli sesuatu yang sesungguhnya tidak diperlukan atau diinginkan. Fakta lain yang diperoleh lewat berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa iklan itu bisa berbahaya karena mengajak orang melakukan tindakan atau mengonsumsi produk yang tidak dianjurkan (seperti produk yang dilarang karena mengandung bahaya).

Berbagai pihak khususnya para ahli komunikasi berpendapat bahwa Iklan sangat berpotensi mendorong konsumersime. Lewat berbagai peneitian tentang perilaku membeli terungkap bahwa pembelian atas suatu brand kerap terjadi karena rayuan iklan yang dieksekusi dengan sangat menarik, penuh emosi serta dramatis.

Para ahli perilaku anak melalui sejumlah pengamatan juga mengatakan bahwa perilaku konsumsi anak seringkali menjadi sangat agresif dan berdampak menguras kantong para orangtua karena anak yang begitu tertarik membeli produk yang mereka amati melalui iklan. Tingkat frekuensi iklan dianggap sebagai asal muasalnya, sebab teknik pengulangan pesan memang menyebabkan pikiran audiens berpotensi terindoktrinasi dan memutuskan melakukan tindakan positif yang muncul sebagai efek dari komunikasi iklan seperti mencoba atau membeli.

Penonton yang tidak dapat menahan godaan iklan akan terdorong untuk melakukan pembelian yang tidak rasional, diantaranya pembelian yang sifatnya impulsive, membeli di luar jumlah yang dibutuhkan, membeli lebih banyak hingga seolah “menimbun”, dan pada akhirnya seseorang memasuki pola belanja berlebihan (exaggerate buying).

Di lain pihak, para pembela iklan mengatakan bahwa iklan memang sebetulnya lebih bermakna menjual. Iklan diciptakan untuk membuka dan menciptakan pasar bagi produk lewat teknik komunikasi persuasif tentang informasi dasar produk.