Sudah Saatnya Sirkulasi Media Cetak Diaudit Secara Terbuka

0
4081

ADVERTISING-INDONESIA.id – Jumlah fisik media cetak yang terjual terus menurun dan menambah suram situasi pasar media cetak periodik berbayar saat ini. Harus diakui bahwa hasil penjualan fisik media masih menjadi salah satu sumber utama pendapatan perusahaan media cetak berbayar. Hasil perolehan penjualan ini akan sangat membantu perusahaan dalam membayar biaya produksi yang sebagian besar merupakan biaya kertas.  Sementara itu, sirkulasi yang menurun menjadi salah satu penyebab hilangnya pendapatan melalui pemasangan iklan.

Advertising Indonesia mencoba menelusuri sejumlah titik penjualan media cetak di pinggiran Jakarta Timur dan melakukan wawancara dengan sejumlah pemilik lapak. Hasil wawancara tatap muka ini mengindikasikan bahwa penjualan atau jumlah pembeli berbagai media cetak yang selama ini dikenal cukup tinggi memang semakin menurun. Namun demikian, adakah data sirkulasi yang terpertanggungjawabkan dan mampu menjelaskan kondisi sesungguhnya sirkulasi media-media cetak di Indonesia saat ini?

Sirkulasi atau jumlah fisik media cetak yang benar-benar sampai ke tangan pembaca baik melalui penjualan atau pengiriman gratis adalah ukuran pasar yang sesungguhnya dari sebuah judul media cetak. Angka inilah yang selama puluhan tahun menjadi pertaruhan setiap ‘pemain’ di industri media cetak. Pengiklan sangat membutuhkan angka ini sebab melalui angka inilah mereka mengetahui jumlah individu yang berpotensi membaca sebuah media. Angka sirkulasi adalah angka yang menunjukkan stabilitas pasar suatu media cetak, bukan readership.

KETERBUKAAN DATA LEWAT AUDIT

Di beberapa negara yang sudah sangat maju, angka sirkulasi diaudit secara terbuka oleh Audit Bureau of Circulation. Hasil audit inilah yang kemudian dipublish ke para pengiklan atau pelaku bisnis berkepentingan lainnya. Setiap media yang belum diaudit selalu mencantumkan kalimat “not yet audited” di setiap rate card atau profil sirkulasi mereka. Para pengiklan selalu menunggu angka hasil audit yang dikeluarkan ABC sebab mereka sangat percaya terhadap angka ini dibanding angka yang diklaim penerbit. Bahkan media yang tidak rajin memperbaharui angka sirkulasinya terancam tidak digunakan dan akan ditegur jika angka sirkulasi yang ditampilkan merupakan angka yang sudah sangat lama atau angka yang sudah tidak terupdate dalam kurun waktu yang cukup lama (biasanya jika lebih dari setahun).

Audit Bureau of Circulation (ABC) adalah organisasi yang beroperasi dengan nama yang sama persis di banyak negara. Didirikan pada tahun 1948 sebagai lembaga nirlaba dan sukarela dimana anggotanya adalah pemilik media, pengiklan dan asosiasi biro iklan. ABC adalah pelopor pengembangan prosedur audit sirkulasi khususnya bagi anggota-anggotanya. ABC mengeluarkan pernyataan terbuka tentang hasil audit sirkulasi yang bahkan bisa diakses dengan mudah oleh publik dimana ABC beroperasi. Audit dilakukan oleh akuntan-akuntan publik terpercaya, termasuk melakukan verifikasi serta standar operasi audit. ABC mengeluarkan data hasil audit setiap 6 bulan kepada setiap anggotanya termasuk aturan, cara membaca data serta penjelasannya.