Iklan Inspiratif
Seri Tulisan Iklan-Iklan Paling Inspiratif (2): ” JUST DO IT”

0
216


ADVERTISING-INDONESIA.id – Minggu yang lalu kami menurunkan ulasan singkat tentang ‘Think Small’, salah satu kampanye iklan yang sangat fenomenal. Berikut ini kita akan meneruskan cerita tentang  kampanye iklan yang juga dinilai sangat berhasil dalam menciptakan brand ekuiti dan penjualan yaitu ‘Just Do It’.

Kampanye iklan “Just do it” ini diciptakan pada tahun 1988 oleh Nike dengan tujuan utama merebut posisi pasar yang saat itu dikuasai oleh kompetitor mereka Reebok. Ketika itu Nike sudah dikenal superior sebagai sepatu untuk lari namun Nike sangat menyadari bahwa mereka perlu menciptakan kampanye yang mampu merebut dan mengungguli posisi Reebok yang saat itu menguasai pasar sepatu olahraga.

Penciptaan slogan ini ada hubungannya dengan sebuah peristiwa yang terjadi di Utah pada tahun 1977, dimana ketika itu Gary Gilmore menyebut kalimat ‘Let’s do it’ sesaat sebelum dirinya dieksekusi oleh regu tembak karena serangkaian pembunuhan yang dilakukannya (seperti ditulis oleh Jeremy W. Peter, New York Times, Agust 19, 2009). Setelah peristiwa tersebut, kalimat ’Let’s do it’ menjadi begitu terkenal dan menggema di Portland, Orlando yang merupakan daerah tempat asal Gilmore, Nike dan agensi yang menciptakan slogan ‘Just Do It’ yaitu Wieden+Kennedy.  Selang beberapa tahun kemudian, kalimat ini sangat menginspirasi Dan Wieden, co-founder dari biro iklan Wieden+Kennedy ketika mereka diminta merancang kampanye iklan untuk Nike.

 Baca : Editorial Pelajaran Menarik Dari Iklan “Think Small”

Sebagaimana dituturkan kepada Design Indaba pada sebuah konperensi di Cape Town sekitar tahun 2015, Wieden menyebut bahwa kejadian penciptaan iklan ini sangat bernuansa kejutan. Weiden yang berada di balik penciptaan slogan ini mengakui bahwa kalimat yang diucapkan oleh Gary Gilmore menjadi inspirasi bagi dirinya dalam menciptakan slogan nike ‘Just Do It’. Dalam wawancara tersebut, lebih lanjut Weiden mengatakan: “Ketika itu tim eksekusi bertanya kepada Gilmore, jika masih ada yang dia pikirkan dan hendak katakan untuk terakhir kalinya, dan Gilmore berkata: ‘Let’s do it’.”

Weiden menambahkan “Saya pada dasarnya tidak begitu menyukai kalimat ‘Let’s do it’, sehingga saya mengubahnya menjadi ‘Just do it’. Nike dan Wieden+Kennedy, kebetulan juga berasal dari Portland, Oregon. Co-founder Nike Phil Knight awalnya begitu skeptis dengan perlunya iklan, dan menolak gagasan tersebut. namun kampanye ikan tampak sangat direkomendasikan oleh Weiden untuk membantu Nike dalam mengatasi kekuatan Reebok yang pada masa itu begitu dominan terhadap Nike. “Phil Knight bahkan berkata, ‘Kami tidak membutuhkan omong kosong seperti ini’,” tutur Wieden. “Namun, Saya berkata ‘percayalah kali ini kepada saya. ‘Sejurus kemudian Nike percaya kepada saya dan seperti kita tahu selanjutnya berlangsung begitu menakjubkan.’

Kita selanjutnya mengetahui bahwa slogan ini memang bekerja sangat kuat dan membantu mendorong brand-brand kasual olahraga Nike menjadi pemain global yang sangat diperhitungkan. Kenaikan penjualannya kemudian mampu mengambil alih posisi Reebok, dan slogan ini sudah digunakan hampir tiga dekade sejak ditemukan. Majalah Campaign bahkan menyebutnya sebagai tagline terbaik abad 20 yang disukai oleh seluruh segmen usia dan kelas. Konsumen bahkan percaya bahwa dengan hanya mengenakan produk Nike mereka juga akan memperoleh sukes. Salah satu kehebatan tagline ini adalah, sederhana dan memorable. Slogan ini juga menawarkan makna yang lebih apa yang tertulis, dimana orang bisa menanggapinya sebagai suatu keinginan yang kuat serta menegaskan hubungan personal yang sangat kuat dengan brand.

Menurut David Abbot dalam bukunya Cutting Edge of Advertising,  mengatakan bahwa pada umumnya, yang lebih kita ingat dari sebuah iklan adalah kata-katanya. Kata-kata sesungguhnya lebih kuat secara psikologis daripada gambar, kata Neil French. Para penulis naskah iklan harus menempatkan diri sebagai perwakilan pelanggan bukan client. Ketika kalimat ‘Let’s do it’ menggema di telinga komunitas atau masyarakat Oregon, Portland dimana Nike dan Wieiden+Kennedy berasal, kita melihat kejelian Dan Wieden merepresentasikan suara komunitas kedalam bahasa iklan. ‘Just Do It’ memang simple dan memorable.  Para perancang iklan seringkali menemukan sesuatu yang sepertinya sangat sederhana, namun dampaknya sangat dahsyat.


(Tulisan ini diolah dari berbagai sumber)


– Editorial Pelajaran Menarik Dari Iklan “Think Small”
– TVC Guinness One Indonesia Ketika Karya Merasuki Jiwa Membangun Kebersamaan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here