
|
|
Perry dan Thomas melihat bahwa “Facebook adalah pelajaran tentang kemanusiaan.” Dari pandangan tersebut kemudian menghasilkan sebuah pernyataan yang menarik yaitu menjelaskan bahwa “Facebook adalah eksperimen antropologi yang mendalam yang pernah dibuat”.
Pernyataan tersebut berdasarkan paradigma antropologi yang berangkat dari pertanyaan mendasar kepada manusia yaitu: “Apa yang mendefinisikan bahwa kita manusia?” “Bagaimana tingkah laku manusia?” dan “Mengapa setiap grup memiliki perilaku yang berbeda dengan grup yang lain?”
Pertanyaan-pertanyaan dasar dalam dunia antropologi itulah yang bisa ditemukan jawabannya melalui Facebook. Cukup melalui fitur “search” maka begitu mudah kita untuk mengetahui apa yang menjadi keinginan, hasrat ataupun kemampuan dari target audiens. Menurut Perry & Thomas, dengan adanya fitur search sangat memudahkan seorang marketer untuk membidik pasar produknya. Dari fitur-fitur yang ada di Facebook, seorang marketer bisa melihat apa yang membuat target audiens menjadi setia terhadap sesuatu atau seseorang atau bagaimana caranya mendapatkan perhatian pengguna Facebook dan apa yang memotivasi mereka untuk membeli produk?
Begitu banyaknya hal bisa digali dari Facebook membuat kita perlu mendalami anatomi Facebook dan ilmu antropologi. Ada beberapa hal yang bisa merelevansikan antara data Facebook dengan antropologi. Pertama adalah dasar-dasar pertanyaan tentang manusia bisa dijawab dari data yang ada di Facebook, kedua adalah Facebook bisa mencari ketertarikan manusia terhadap suatu hal dan ketiga adalah Facebook mencari target audiens dengan berdasarkan wilayah, bahasa hingga ras.




























