Hebohnya Pitching! Ikut? Tidak Ikut?

0
4801


ADVERTISING-INDONESIA.id – Undangan pitching yang dikirimkan client atau penguasa brand masih saja menumbuhkan harapan baru bagi advertising agency sekalipun nantinya akan diikuti hingga 20 peserta!

Hitung-hitungan pitching atau pitching yang dihitung-hitung, baik untung maupun ruginya masih merupakan salah satu topik yang menarik buat penghuni rumah besar industri advertising. Seorang pemilik agency berujar bahwa mereka baru saja diundang untuk menjadi salah satu peserta pitching yang diadakan sebuah perusahaan BUMN, jumlah peserta sebanyak 20 perusahaan advertising agency dengan jenis layanan yang berbeda-beda. Jika betul ada 20 perusahaan yang diundang menjadi peserta pitching dan setiap perusahaan peserta melibatkan katakanlah 5 orang sebagai anggota tim penyiapan materi pitching, maka akan ada 100 orang kepala yang terlibat menyiapkan proposal yang akan dipresentasikan kelak kepada si pengundang. Kita bisa membayangkan 100 orang bekerja siang malam, lintang pukang tanpa lelah menyiapkan materi pitching. Perusahaan mana sih yang ‘tega-teganya mengundang sebanyak 20 advertising agency sebagai peserta pitching? apakah jumlah seperti ini masih normal?

Pitching tetap saja diterima sebagai salah satu kesempatan emas dalam membangun billings. Mengundang hingga 20 peserta pitching bahkan lebih, sudah menjadi hal yang biasa dewasa ini, khususnya oleh brand dengan billing 100 miliar ke atas. Sekalipun kurang setuju dengan jumlah peserta yang seringkali dianggap terlalu banyak, namun keinginan untuk diundang sebagai bagian dari ‘rombongan’ peserta pitching tetap saja membuih. Mungkin saja, saat ini jumlah advertising agency atau konsultan komunikasi brand yang berkualitas sudah semakin banyak sehingga para pemilik brand merasa kesulitan dalam menemukan agency yang benar-benar unggul. Pitching bak lomba menemukan penyanyi baru yang ketika tiba di 50 besar kualitasnya sudah hampir setara. Ketika semakin banyak bibit penyanyi berkualitas tinggi, maka menjadi tidak fair jika jumlah peserta lomba dibatas-batasi. Bertarung melawan 50 jagoan dengan kemampuan setara dan tinggi sudah pasti sulit dan jika akhirnya menang, maka rasa bangga si pemenang akan membubung tinggi. Kita sudah bisa menjamin kualitas si pemenang yang menyisihkan 50 jagoan lain, pasti hebat.

Mungkin kira-kira begitulah dasar berpikir pemilik brand hingga akhirnya mengundang begitu banyak peserta pitching. Mereka seolah sedang mencari advertising agency dari kumpulan mereka yang terbaik. Namun dalam konteks pitching mencari advertising agency, banyaknya peserta seringkali tidak mencerminkan kualitas. Banyak hal yang dipertanyakan atau mengemuka selama dan sesudah proses pitching dimana beberapa diantaranya berdasarkan pengalaman para praktisi kira-kira seperti ini:

  1. Mempertanyakan keseriusan si pengundang dalam mendengar, menyimak dan menguliti materi yang sedang dipresentasikan peserta pitching. Banyak peserta pitching yang merasakan kesungguhan si pengundang pitching dalam mengikuti presentasi jauh dari memuaskan. Banyak pengundang yang hanya sekedar duduk sambil memainkan gadget, keluar masuk ruangan dan hanya bertanya seadanya pada saat sesi tanya jawab. Bahkan ada yang tidak memperhatikan sama sekali ketika peserta sedang presentasi. Jangan membayangkan serunya pitching bak serunya lomba mencari idola baru di layar kaca anda saat ini.

  2. Mempertanyakan ‘jarak’ antara si pengundang dengan seluruh peserta: Banyak peserta yang bertanya-tanya dalam hati ketika melihat kasak-kusuk peserta tertentu yang seringkali membuat sebagian peserta pitching akhirnya berharap-harap cemas menunggu keadilan, sebab sang pemenang konon seringkali sudah ditentukan jauh sebelum pitching, betulkah demikian?

  3. Mempertanyakan nasib materi yang dititipkan setelah presentasi berakhir: materi-materi peserta yang diolah selama berminggu-minggu, tanpa lelah, bahkan dengan letih lesu seringkali tidak dikembalikan oleh sebagian pengundang. Dimanakah materi ini disimpan? Mengapa tidak dikembalikan saja jika tidak digunakan? Mereka pasti paham betul betapa lelahnya agency dalam menyiapkan materi itu sehingga kita perlu memastikan materi-materi tersebut benar-benar dimusnahkan setelah pitching berakhir agar terhindar dari pemanfaatan yang keliru.

  4. Mempertanyakan variabel penentu kemenangan: sering terjadi, setelah tahapan penyisihan, semi final dan final yang melelahkan, akhirnya sang pemenang ditentukan lebih karena harga. Hal ini seringkali berlangsung saat pitching media planning dan placement agency dimana para petarung akhir saling menawarkan agency service fee hinggadi angka 1% bahkan konon kabarnya ada yang berani dengan angka di bawah itu. Segala konsep dan argumentasi bahkan tools menjadi pertimbangan minor.

  5. Mempertanyakan masa kontrak: Periode kerjasama seringkali tidak aman dan nyaman, sebab ketika masih dalam suasana menikmati hasil pitching, si pemilik brand tiba-tiba melakukan re-pitch karena kinerja si pemenang yang dianggap kurang memuaskan, hanya dalam waktu kurang dari setahun. KPI-KPI paska pitching memang seringkali tidak disepakati secara seimbang, advertising agency lebih diposisikan menerima saja penilaian pemilik brand.

Ada baiknya jika anda diundang ke suatu pitching atau advertising agency contest, perhatikan setidaknya tiga hal berikut ini:

  • Pertama-tama, pastikanlah pengenalan anda terhadap seluruh peserta yang diundang. Jika anda melihat bahwa peserta yang diundang dalam suatu pitching memiliki ‘kesetaraan’ dengan perusahaan anda maka si pengundang kemungkinan besar sedang mencari yang terbaik dari antara mereka yang setara. Sebab sangat tidak masuk akal, jika misalnya dalam suatu pitching yang disebut-sebut sedang mencari integrated advertising agency, ternyata diikuti juga oleh perusahaan-perusahaan yang nyata-nyata beroperasi sebagai spesialis.

  • Kedua, ketika brief yang anda terima sangat tidak jelas bahkan terkesan asal-asalan, sekalipun mungkin billing yang akan dikelola sangat signifikan, anda patut curiga sebab pitching yang seperti ini pasti hanya untuk memenuhi syarat pemilihan supllier, hati-hati, mungkin pemenangnya sudah digadang-gadang sedari awal.

  • Ketiga, jika menurut anda proses pitching akan sangat panjang dan pasti melelahkan sementara resources anda sangat terbatas, maka sebaiknya anda menolak mengikuti pitching, carilah sumber rejeki yang lain.


– Perlunya Membangun Komunikasi Teknis Dengan Klien
– Era Agency Service Fee Murah, 0,5%!
– Pendekatan Fungsional Interactive Advertising