Kualitas Konsumsi Iklan di Media Digital

0
317


ADVERTISING-INDONESIA.id – Target audiens atau khalayak sasaran adalah terminologi yang sangat umum bagi praktisi periklanan atau komunikasi brand. Nielsen misalnya menggolong-golongkan populasi penelitian mereka kedalam beberapa kelompok berdasarkan unsur demografi dan psikografi. Termasuk kedalamnya adalah jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, kepemilikan barang, pola pikir, interest, pola berbelanja, gaya hidup digital, dan lain-lain.

Persoalan Media Lama

Para AE media seringkali tidak cukup cakap dalam menjelaskan siapa audiens yang mereka ajak bicara atau siapa yang menjadi penikmat media yang mereka jual. Mereka seringkali hanya mampu berjualan dan menjajakan diskon, bonus dan fasilitas cash back.

Media-media konvensional dan digital, saat ini berlomba merebut dan mempertahankan sebanyak-banyaknya audiens sebagai bahan pokok jualan saat bertemu dengan para advertiser. Mereka berusaha memilah-milah audiens mereka berdasarkan definisi demografis dan psikografis. Di lain pihak, audiens dalam jumlah besar sangat dibutuhkan oleh para advertiser ketika melakukan proses komunikasi brand melalui media demi meningkatkan peluang terbentuknya brand awareness hingga brand purchase. Ketika media konvensional masih sangat berjaya, para pemilik media cukup menyediakan media kit yang didalamnya terdapat audience profile, rate card dan aturan main beriklan. Para AE media seringkali tidak cukup cakap dalam menjelaskan siapa audiens yang mereka ajak bicara atau siapa yang menjadi penikmat media yang mereka jual. Mereka seringkali hanya mampu berjualan dan menjajakan diskon, bonus dan fasilitas cash back.  Akibatnya para pengiklan seringkali hanya mendasarkan pilihan mereka berdasarkan kebiasaan beriklan yang selama ini mereka lakukan. Bahkan sering terjadi, antara definisi audiens yang disasar oleh brand berbeda dengan definisi audiens yang ditawarkan oleh media.

Para pengelola media-media lama terlihat sangat terlambat dalam mengantisipasi perkembangan definisi audiens yang berkembang begitu cepat di tingkat brand. Akhirnya, para pemilik brand seringkali tidak percaya begitu saja dengan data dan informasi yang diajukan oleh pemilik media, terutama kalau data dan informasi tersebut tidak didasarkan kepada hasil penelitian terbaru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here