Kedigdayaan Rating Program TV

0
245


ADVERTISING-INDONESIA.id – Telah sekian lama, sejak pertama kali berdiri dan beroperasi secara resmi sejak sekitar tahun 1988, industri televisi tanah air khususnya industri televisi swasta seolah menggantungkan diri kepada rating program hasil survey Nielsen Indonesia, satu-satunya lembaga pemeringkat program TV berdasarkan jumlah penonton. Rating program seolah menjadi palu godam yang bisa menghancurkan harapan sebuah program untuk meraih pemasang iklan yang menjadi sumber pendapatan komersial bagi program tersebut.

Akumulasi pendapatan seluruh program yang diperoleh melalui pemasang iklan akan menjadi operating revenue utama sebuah stasiun televisi, dan salah satu penentu utama pendapatan program televisi adalah rating program.  Keluhan demi keluhan dari para poduser program dan tim penjual space iklan terus menggema seolah menyalahkan hasil survey Nielsen yang dianggap tidak fair bagi kelanjutan sebagian program bahkan stasiun televisi tertentu. Pendapatan program dengan rating rendah beda nasib dengan program rating tinggi. Sejumlah stasiun televisi dengan rata-rata rating program yang cukup rendah mengalami kesulitan yang tinggi dalam mengejar revenue melalui pemasangan iklan, bahkan menurut berbagai sumber mereka sudah terancam bubar jika pendapatan mereka tidak kunjung membaik, sementara divestasi belum menjadi pilihan terbaik.

Rating kita kenal sebagai poin atau angka yang dimaknai sebagai proporsi individu dalam suatu populasi penonton televisi yang mengaku menonton suatu program pada saat program tersebut ditayangkan. Angka ini bisa dikonversi balik menjadi jumlah atau angka riil yang menyatakan jumlah individu yang mengaku menonton program tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here