Wawancara Khusus Ariyanto Zainal (President Director MACS909)

1
4374

Q: Apakah hal itu menjadi traumatis?

A: Sangat. Bedanya, di era  full service agency, biro iklan nasional berharap bertanding dengan multinasional karena disitu letak kebanggaannya. Tapi sekarang? Begitu tanding dengan biro iklan multinasional kami berpikir hanya menjadi pembanding saja. Kami pesimis bahwa kami bisa menang. Itu kan tidak sehat?

“Begitu tanding dengan biro iklan multinasional kami berpikir hanya menjadi pembanding saja. Itu kan tidak sehat?”

Q: Apa yang membuat organisasi P3I (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) tidak kuat? Bahkan semakin lemah?

A: Sejak jadi anggota, dari tahun ke tahun, problem yang diangkat itu-itu lagi. Jadi problem-nya sudah kita ketahui sejak jauh hari. Cuma tidak pernah ada kemajuan dan akhirnya kita tidak memiliki satu sistem bersama. Sebatas dibahas di Mukernas. Misalnya, pada Mukernas pembahasannya  adalah persaingan antara biro iklan nasional dan multinasional tapi ya terus begitu saja. Tidak ada tindak lanjut. Itu karena menurut saya, yang menjalankan asosiasinya itu adalah praktisi juga. Bagaimana bisa objektif?

Q: Apakah biro iklan nasional masih bisa bertahan jika hanya dari kreatif?

A: Tidak bisa kalau hanya kreatif. Harus ada hal lain. Kami menyebutnya financial engineering. Artinya jika kami punya sedikit modal, kami bisa melakukan sesuatu. Kami bisa bargaining dengan vendor (production). Jadi production menjadi “The New Media” untuk kami.  Hal-hal semacam ini harus dilakukan untuk dapat other income.

1 COMMENT