Namun sebetulnya, secara tak sadar copy iklan ini sedang mengajak kita berinteraksi secara emosional dengan brand. Interaksi audiens dengan suatu iklan atau pesan tidak selalu berujung dengan klik atau bukan juga sekadar urusan berapa banyak target market yang meng-klik sebuah banner ads. Interaksi yang kuat antara suatu brand dan iklan juga terdefinisikan secara emosional dimana hal tersebut bisa terbentuk lewat copy dan design yang berisi dan berbobot. Interaksi emosional diketahui sangat observable dan psikologis sehingga dampaknyapun dahsyat dan bertahan lama. Sekarang mari kita coba abaikan dulu soal kompetisi Volvo dan BMW.
Interaksi yang kuat antara suatu brand dan iklan juga terdefinisikan secara emosional dimana hal tersebut bisa terbentuk lewat copy dan design yang berisi dan berbobot.
Mengutip sebuah buku berjudul Creative Advertising Theory and Practice karya Sandra E. Moriarty, menuliskan bahwa sebuah copy yang kuat secara emosional selalu memiliki unsur; kebanggaan, bahaya, ketakutan, nostalgia dan kemarahan. Namun unsur ini saja tidak cukup. Perlu memasukan unsur produk sehingga bisa membangun iklan dengan unsur emosional secara utuh dan relevan dengan objective dari brand. Jika melihat kembali iklan Volvo diatas, sang Copy Writer dan Art Director memainkan perspektif. Perspektif dimana copy dan visual yang ditampilkan dari sudut pandang BMW dengan menyuratkan keunggulan Volvo Turbo.




























