Sejauh mana kita bisa mengajak target audiens berinteraksi meski itu hanya melalui iklan analog?
Di Indonesia membangun iklan yang analog memang mudah ditemui di berbagai media konvensional. Namun tidak banyak iklan analog yang kita temui bisa berinteraksi secara emosional baik dari sisi copy maupun visual. Membuat iklan analog yang interaktif perlu pendalaman visi brand dan produk, penggalian emosi target audiens dan perlu “twist” yang unik dan belum pernah ada sebelumnya. “Twist” ini bisa berakhir dengan unsur humor ataupun amarah. Sekali kita bisa merangkai ini semua, maka hasilnya akan dahsyat! Kini, semua itu diserahkan kepada kita sebagai orang kreatif. Sejauh mana kita bisa mengajak target audiens berinteraksi meski itu hanya melalui iklan analog?
| Artikel terkait: | Dimensi Etik Iklan |
| 3 Aspek Yang Berpengaruh Kuat | |
| Cukup Warna Saja Yang Bicara | |
| Cikal Bakal “Vertical Food Photography” |




























