Kemang Avenue: Catatan Ringan Industri Periklanan Indonesia (2)

0
2205

Prof. Rudy Harjanto, praktisi periklanan Indonesia yang saat ini menjadi Rektor Universitas Dr. Moestopo dalam satu kesempatan diskusi dengan Advertising Indonesia mengatakan bahwa banyak perubahan industri periklanan yang perlu disikapi dengan kritis. Industri ini memang sudah berubah sangat banyak namun iklan akan selalu diperlukan dan teknik komunikasi ini akan bertahan.

Industri periklanan Indonesia sesungguhnya mempunyai jejak-jejak yang seharusnya membuat industri ini berdiri tegak sebagai salah satu industri yang sehat dan berkualitas yang diisi oleh praktisi yang kompeten dan certified.

Lompat lagi ke tahun 1996, di sebuah café di bilangan Sudirman Jakarta bernama Fashion café, digelar acara rutin temu insan periklanan Jakarta dengan ragam topik diskusi. Ada suasana yang khas pada saat itu. Media Planner, Copy Writer, Art Director, Account Manager, Account Executive berbaur dalam balutan dan suasana khas advertising. Acara ini biasanya diisi dengan presentasi atau paparan tentang konsep baru kreatif, tren industri periklanan dan beragam isu yang disampaikan dengan lugas dan santai, serta mudah dipahami.  Pembicaranyapun adalah praktisi lokal yang mumpuni, yang kompetensinya diakui secara sah oleh para praktisi periklanan. Ini adalah salah satu jejak industri periklanan Indonesia yang masih teringat dengan jelas.

Kalau ditelisik lebih dalam, industri periklanan Indonesia sesungguhnya mempunyai jejak-jejak yang seharusnya membuat industri ini berdiri tegak sebagai salah satu industri yang sehat dan berkualitas yang diisi oleh praktisi yang kompeten dan certified.

Sebagian orang menilai bahwa sebagian jejak tersebut sudah hilang. Diantaranya adalah jejak kekompakan, kesetaraan, saling menghargai, kompetisi sehat dan masih banyak jejak lain yang sudah hilang. Pasar memang sudah berubah. Fragmentasi terjadi, bukan hanya fragmentasi bisnis namun fragmentasi komunitas. Spesialisasi menjadi model bisnis yang yang umum terjadi. Bagi sebagian pengusaha, menjadi pemain penting bukan lagi diukur lewat sekedar billing, namun net profit dan kemampuan bertahan.