Dear Clients.., Tahukah Betapa Sulitnya Memilih Brand Ambassador? (1)

0
1955

Sosok Raisa mulai dari kepala hingga ujung kaki boleh jadi semuanya sudah ada brand yang menempel. Mulai dari rambut Raisa yang menjadi ambassador untuk shampoo Sunsilk. Kemudian untuk wajah Raisa sudah ada kosmetik Pond’s. Kemudian untuk urusan makan permen, Raisa menjadi Brand Ambassador untuk permen Mentos. Lalu, masih ada es krim Magnum, e-commerce Elevania, smartphone Oppo, IM3 hingga yang terakhir ada iklan Luwak White Coffee juga menggunakan Raisa sebagai Brand Ambassador. Permasalahan yang dapat timbul adalah konsumen bisa “tersesat” dalam mengasosiasikan Brand Ambassador dengan produk yang dituju. Perlu diingat, bahwa memori konsumen juga terbatas. Tidak mudah untuk mengasosiasikan Raisa dengan brand dan produk yang diinginkan oleh brand owner.

Perlu diingat, bahwa memori konsumen juga terbatas. Tidak mudah untuk mengasosiasi-kan Raisa dengan brand dan produk yang diinginkan oleh brand owner.

Selain Raisa, masih banyak Brand Ambassador yang digunakan oleh brand. Salah satunya adalah Agnez Mo. Agnez Mo juga hampir sama seperti Raisa. Mulai dari rambut, Agnez Mo menjadi Brand Ambassador untuk shampoo Clear. Kemudian Agnez Mo juga menjadi Brand Ambassador untuk smartphone Vivo, Fresh Care, Hot in Cream hingga motor Honda. Semua itu menggunakan Agnez Mo sebagai Brand Ambassador.

Bagi sebuah Advertising Agency, memilih seorang Brand Ambassador sungguh tidak mudah. Butuh pemetaan yang luas hingga akhirnya memutuskan siapa yang akan menjadi Brand Ambassador. Itupun jika Advertising Agency tidak terlambat memilih Brand Ambassador karena bisa saja sang calon Brand Ambassador terlanjur diambil oleh kompetitor brand yang lainnya. Inilah salah satu tantangan yang harus dijawab oleh Advertising Agency untuk urusan Brand Ambassador. Advertising-Indonesia.id akan mengulas analisis lainnya seputar Brand Ambassador pada artikel berikutnya. So stay tuned…

 

Artikel terkait: Prediksi Tren Digital 2018 (Bag. I)
Beriklan Itu Sangat Penting
Unsur Esensial Komunikasi Brand
Interaksi Iklan Analog vs Interaksi Iklan Digital