Interaksi Iklan Analog vs Interaksi Iklan Digital

0
2591

ADVERTISING-INDONESIA.id Di era digital saat ini semua dituntut serba interaktif. Termasuk didalamnya adalah hasil kreatif. Seringkali sebuah iklan yang ditayangkan di sebuah portal berita nasional diukur dari jumlah berapa banyak orang yang meng-klik. Pertanyaannya adalah: apakah interaksi iklan hanya diukur dari berapa banyak audiens meng-klik?


Iklan analog saat ini bisa dikatakan “kurang sexy” karena; pertama, tayang di media cetak yang faktanya industri media cetak sedang lesu dan kedua karena iklan analog dinilai tidak mampu berinteraksi karena audiens tidak bisa “masuk” kedalam iklan tersebut. Memang itu menjadi salah satu kekurangan dari iklan analog yang tidak bisa mengajak audiens terlibat lebih jauh atau bereksperimen dengan brand. Namun disinilah tugas tim kreatif, mulai dari Creative Director, Copy Writer dan Art Director untuk membuat iklan analog yang sama kuatnya dengan iklan digital. Caranya bagaimana? Jawabannya adalah kembali kepada esensi kekuatan copy dan visual.

Apakah interaksi iklan hanya diukur dari berapa banyak audiens meng-klik?

Kunci Kekuatan Interaksi Iklan Analog

Ada sebuah contoh kasus yang menarik untuk kita pelajari bersama tentang interaksi iklan analog. Di tahun 1985, terdapat sebuah iklan cetak (print ad) Volvo Turbo yang ditayangkan di surat kabar di New York, AS. Iklan tersebut menampilkan bagasi belakang mobil Volvo yang blur akibat melaju kencang. Memang, secara visual kita pasti bertanya-tanya, bagaimana mungkin sebuah iklan mobil menampilkan produknya dengan visual yang blur dan hanya menampilkan mobil bagian bagasi belakang? Jawabannya bukan hanya di visual tapi juga ada di copy-nya.

Copy yang dibuat oleh Larry Cadman menulis seperti ini; “The Volvo Turbo As Most Commonly Viewed From a BMW 318i”. Jika ditafsirkan dalam bahasa Indonesia akan berarti seperti ini: “Inilah Penampilan Volvo Turbo yang biasa terlihat dari dalam kabin BMW 318i”. Itu artinya target audiens seolah sedang melihat bagaimana kencangnya Volvo Turbo hingga hanya nampak bagian bagasi belakang dari Volvo tersebut. Itupun terlihat blur akibat kencangnya mobil buatan Swedia ini melaju. Iya, ini memang copy yang provokatif apalagi jika Anda sudah tahu brand dan produk BMW 318i. Dalam hati mungkin kita tersenyum-senyum tentang bagaimana kesalnya BMW bahwa produknya dijadikan bahan cemoohan oleh Volvo.