Wawancara Eksklusif Indra Abidin (Tokoh Industri Periklanan Indonesia)

0
5226

Q: Faktor apa yang membuat Anda memprediksi hal tersebut?

A: 
Pada akhir 1990-an ketika itu ada satu perusahaan asing menurunkan service fee menjadi 3%. Semula hanya beberapa kejadian di akhir 1990-an. Namun semakin banyak perusahaan asing yang tadinya service fee sebesar 15% lalu turun menjadi 10% kemudian turun terus menjadi 5% dan kini di tahun 2000-an, ada yang berani dengan service fee 0%. Gejala ini segera diikuti oleh perusahaan lokal agar bisa hidup.

Q: Bagaimana Anda menilai potensi Sumber Daya Manusia (SDM) Periklanan Indonesia di dunia 
periklanan global? 


A: Sumber Daya Manusia Indonesia berpotensi tampil di dunia setara dengan SDM manapun. Ditambah pengalaman bekerja di negara lain akan mempercepat SDM Indonesia bersaing secara global.

Q: Apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan SDM Periklanan Indonesia 
saat ini?

A: SDM Indonesia memiliki keterikatan akar budaya yang masih kuat, adat istiadat, seni budaya dari berbagai suku di Indonesia merupakan sumber kreatifitas. Selain itu SDM Indonesia memiliki kepekaan budaya yang mampu menghasilkan kreatifitas yang baik bagi periklanan di Indonesia.

Psikologis SDM Periklanan Indonesia banyak yang merasa lebih rendah dibanding SDM asing atau barat, sehingga sering menurunkan daya saing SDM Periklanan Indonesia. SDM Periklanan Indonesia masih memandang (SDM Periklanan) asing lebih baik daripada SDM Indonesia itu sendiri.

Bahasa Inggris yang bukan merupakan bahasa sehari-hari sejak kecil menghambat pengembangan rancangan global, maupun mencari kepustakaan yang berbahasa asing atau bahasa Inggris.