KONSEP KREATIF DAN ESTETIKA SEBAGAI DASAR IKLAN INTERAKTIF
Menciptakan iklan yang akan disampaikan lewat media digital dengan tujuan membangun interaksi yang tinggi tentu tidak mudah. Perancang iklan sangat memahami hal ini. Seorang copy writer harus bekerja lebih keras bahkan bekerja lebih lama. Pekerjaan membuat copy yang interaktif menjadi tantangan baru. Ibarat sebuah menu spesial di sebuah restoran, seorang chef dituntut bukan hanya bisa menyajikan menu dengan tampilan yang menarik pandangan mata saja, tapi juga punya kekuatan dan kekayaan rasa. Kekuatan dan kekayaan rasa inilah yang sebenarnya berinteraksi langsung secara psikologis dengan konsumen. Bisa jadi konsumen akan berkata pada chef: “Semuanya sempurna! Bahan makanannya benar-benar segar dan bergizi bahkan seluruh bumbunya terasa di lidah.” Itulah ungkapan seorang konsumen yang menggambarkan bagaimana sebuah menu tersaji sempurna.
Tidak akan pernah adil jika membandingkan iklan digital dengan iklan konvensional secara langsung berdasarkan interaksinya. Karena itulah perlu dicermati tentang bagaimana dasarnya sebuah iklan bisa berinteraksi, terlepas dari medium platform apa yang digunakan.
Sandra E. Moriaty dalam sebuah buku Creative Advertising Theory & Practice karya menjelaskan bahwa inti dari konsep kreatif adalah memberikan efek perhatian, kenangan dan dampak terhadap pesan iklan yang disampaikan. Semua itu akan terangkum dalam suatu gagasan yang kuat secara rasional maupun emosional.




























