RFP (request for proposal) Sebagai Solusi?
Sebagian orang kreatif mengatakan bahwa sesungguhnya revisi atau perubahan itu akan sering terjadi kalau kedua pihak tidak memiliki RFP atau request for proposal yang terdefinisikan dengan jelas. Jika RFP ditulis dengan rinci maka proses pembuatan materi kreatif akan berjalan lancar dimana copy writer akan paham betul tentang apa yang akan ditulis dan art director akan paham menuangkannya dalam layout yang relevan. Revisi yang terjadi akan sangat minimal.
Namun teman kreatif lain bertutur, tetap saja sulit menyamakan persepsi hingga ke tingkat yang paling sempurna sekalipun RFP sudah disepakati sebab ketidaksetujuan client atau ketidakpuasan client sudah menyatu secara alamiah dalam setiap proses kreatif. Artinya, di sepanjang proses pembuatan materi kreatif itu sendiri client sudah pasti tidak akan pernah puas seratus persen. Perilaku alamiah client memang begitu adanya.

Sesungguhnya berdasarkan pengalaman empiris, belum ada formula yang menjamin kesuksesan suatu kampanye iklan atau formula yang menjamin sebuah iklan pasti jadi pemenang. Semua upaya kreatif pada dasarnya didasarkan pada pengalaman empiris yang selanjutnya menghasilkan perkiraan yang semakin tajam. Semua kampanye iklan baik konvensional maupun digital adalah ujian atau percobaan yang pada akhirnya akan menentukan validitas dari setiap pendekatan yang kita lakukan terhadap pasar.




























