Daya Magis Radio dan Industri Daerah

0
1773

Penetrasi Radio di Daerah

Loyalitas pendengar radio di daerah masih tergolong tinggi. Berdasarkan survey Nielsen, penetrasi radio dari 11 kota yang di survey menempatkan radio berada di urutan ke-4 dibawah TV (96%), OOH (53%) dan Internet (44%). Hasil ini cukup menarik karena radio berada diatas surat kabar (7%), tabloid dan majalah (3%). Penetrasi media radio menempati urutan ke-4 dengan persentase mencapai 37% dengan durasi yang dikomsumsi rata-rata sebanyak 129 menit.

Dari hasil riset tersebut menjelaskan bahwa radio di daerah tidak tergantikan posisinya oleh media yang lain. Meskipun teknologi internet seperti streaming radio sudah ada, namun di daerah masih banyak orang yang mendengarkan radio melalui fitur Radio FM di smartphone maupun handphone. Apalagi di daerah, kedekatan antara penyiar dengan pendengar bisa terjadi kapan saja. Program-program seperti “Minta Putar Lagu” atau “Kirim Salam” seperti ini masih menjadi konten yang sangat kuat di daerah. Apalagi bagi daerah dengan wilayah yang luas, dimana kerinduan terhadap orang lain bisa terobati oleh lagu yang diputar dan curahan kata-kata sang penyiar yang membangun “theater of mind” mampu membangun emosi lebih dekat dan terikat.

Semarang, Bandung dan Jogjakarta adalah salah satu contoh dimana pertumbuhan belanja iklan radio menjadi besar karena terdapat industri yang juga besar di kota tersebut. Iklan radio ditayangkan di daerah tersebut untuk mempertahankan bahkan untuk meningkatkan market share sebuah industri. Hal ini memang wajar, bahkan sangat wajar untuk principal membelanjakan iklannya. Lalu yang menjadi pertanyaannya adalah: Mengapa belanja iklan di Jakarta adalah yang tertinggi hingga mencapai Rp. 480 Miliar selama 7 bulan? Jadi sebenarnya, industri apa yang besar di Jakarta?

Sumber data: Nielsen Indonesia. Seluruh belanja iklan berdasarkan perhitungan bruto (gross rate) tanpa menghitung diskon, bonus, promo dan lain-lain.

 

Berita terkait:
– Iklan dan Nasionalisme: Saatnya Bangkit Kembali
– Potret Sederhana Industri Periklanan Indonesia Saat Ini
– 4 Cara Penetapan Budget Advertising
– Wawancara Ekslusif Dengan Bimo Setiawan