
| ADVERTISING-INDONESIA.id – Kita tengah dilanda demam istilah Disruption. Istilah ini juga populer di kalangan orang-orang periklanan. TBWA\ misalnya sudah sejak lama menggunakan istilah disruption dalam menggambarkan layanan kreatif mereka terhadap client. |
Mungkin kita juga termasuk orang yang sering menggunakan istilah ini sekalipun dalam tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Banyak pihak yang seringkali berpikir bahwa disruption sama dengan innovation atau breakthrough dan merasa bahwa mereka telah melakukan disruption. Perusahaan atau seseorang patut disebut disruptive atau menciptakan disruption jika mampu menciptakan gagasan, jasa atau produk yang secara radikal mengubah tatanan industri hingga model bisnis.
Istilah atau penggunaan disruption memang cenderung meluas bahkan diduga mengalami penurunan makna. Disruption diperkenalkan sekitar tahun 1995 lewat Jurnal Harvard Business Review sebagai cara berpikir baru yang sangat kuat dalam mengarahkan para pemimpin bisnis untuk mencapai pertumbuhan berbasis inovasi (innovation-driven growth).
Disruption adalah gagasan, ide atau terobosan yang mampu menghadirkan sesuatu yang benar-benar baru. Peristiwa munculnya radio dan televisi adalah contoh disruption di masa lalu yang memudahkan kita memahami makna disruption. Sejak kehadiran radio dan televisi bisnis media berubah sangat signifikan. Model bisnis advertising agency juga berubah dan sejumlah variabel bisnis yang barupun timbul.





























