Hangatnya Pertemuan Dengan Top Management IRIS Jakarta

0
8492

Maneha Widarso adalah salah seorang professional industri periklanan Indonesia yang sudah 25 tahun kurang lebih menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai ahli pengelola akun (account management expert) dan saat ini memimpin IRIS Jakarta secara operasional. Maneha menuturkan dengan rinci pandangan dan tanggapannya terhadap industri periklanan Indonesia termasuk soal pitching, organisasi atau institusi P3I, filosofi IRIS, teknik pengelolaan client hingga pola manajemen yang dijalankan IRIS Jakarta.

Mehdi Lamloum, adalah seorang pemikir yang sudah malang melintang di berbagai negara di dunia sebagai professional bidang kreatif. Sebagai Executive Creative Director IRIS Jakarta, Mehdi tampak sangat antusias ketika menjawab dan menanggapi sejumlah hal yang berkaitan tidak saja dengan creative concern tapi juga tentang isu media digital dan konvensional, sekaligus menunjukkan wawasan globalnya sebagai insan kreatif tingkat dunia.

Farris Baharom, Head of Planning yang aslinya dari Kuala Lumpur namun juga pernah bertugas di berbagai negara menuturkan bagaimana IRIS Jakarta harus tampil kompetitif dengan nilai-nilai kebebasan berpikir dan berekspresi yang kuat. Farris juga menjelaskan soal Participation Brand yang merupakan pakem berpikir yang sudah dibangun dengan kuat selama 18 tahun di lingkungan IRIS Worldwide.

General Manager Pathfinder IRIS Jakarta, Irvan Permana menuturkan bahwa IRIS melihat potensi client dan bisnis dari berbagai sudut pandang dan kemudian mengolahnya dengan inovatif. Perjalanannya ke Mojokerto, kota menengah di Jawa Timur demi menemui calon client yang dipercaya memiliki potensi binsis besar, adalah salah satu contoh bagaimana IRIS Jakarta fokus terhadap filosofi yang mereka anut dan menjalankannya dengan tekun.

Diskusi semakin menarik ketika Oni Marbun, GM IRIS Jakarta dengan pengalamannya yang kuat di client side menuturkan bagaimana mereka harus berhati-hati dalam menanggapi undangan pitching, mengelola hubungan dengan client atau business process, dan selalu berorientasi kepada hasil atau tujuan yang ditetapkan client.

Apapun namanya sebuah pertemuan atau diskusi, tidak akan pernah terjadi jika tidak difasilitasi. Sisi Suhardjo tampak sangat matang dan mengerti betul dampak komunikasi yang positif dan elegan dari suatu pertemuan yang dirancang dengan baik. PR Value yang diketengahkan oleh Sisi sangat terasa sejak awal, dari sejak menerima permohonan interview dari Advertising Indonesia hingga menjawabnya dengan rinci lewat e-mail dan dalam tata bahasa yang sangat ramah.

Bagaimanapun, IRIS Jakarta memberi sebuah contoh bagaimana sebuah diskusi yang melibatkan para top management harus dilangsungkan. Advertising Indonesia mendapat pesan berharga dari sosok seorang Mehdi Lamloum, seorang Executive Creative Director yang percaya bahwa passion adalah dasar dari segala upaya seorang kreatif dalam menciptakan iklan yang berhasil atau ‘ads to icon”.

Hasil lengkap pertemuan kami dengan IRIS Jakarta, dalam berbagai pespektif, akan segera kami naikkan dan mudah-mudahan menginspirasi industri periklanan Indonesia.

 

Berita terkini:
– Kombinasi Dahsyat Media Konvensional dan Digital
– Advertising-Indonesia Kunjungi Roy Morgan Research
– Dinamika dan Kompleksitas yang Ditimbulkan Teknologi Internet
– Pertemuan Advertising Indonesia dengan Pimpinan Dentsu X