Dampak CPT Impressions Terhadap Mutu Isi Situs Berita Media Online

0
2487

Berlomba Menarik Perhatian Audiens dan Menaikkan Jumlah Impression Dengan Taktik Editorial

CPC dianggap menyulitkan dan terkadang memang tidak fair sebab iklan tidak selalu ditujukan untuk menciptakan klik atau direct response ad namun juga untuk menciptakan image dan awareness. Cost per thousand impressions akhirnya juga disepakati sebagai salah satu cara yang membuka kemungkinan pengiklan membayar iklan sesuai dengan jumlah impression tanpa mempertimbangkan lebih lanjut jumlah audiens yang mengklik iklan.

Syarat untuk memperoleh impression adalah adanya visit dan frequent visit. Artinya, audiens harus melakukan kunjungan (visit) terlebih dahulu. Tanpa visit tidak akan ada pageview. Untuk menjamin terjadinya visit dibutuhkan preferensi dan likeability terhadap konten. Nah, tidak heran jika semakin banyak situs media online, terutama situs berita, melakukan ragam cara atau taktik editorial demi menarik perhatian audiens (preferensi dan likeability) secepat dan semaksimal mungkin. Belakangan ini kita mungkin termasuk audiens yang terheran-heran dengan semakin banyaknya situs media online berbentuk news aggregate, dan ragam situs berita dengan pola headline yang bombastis demi menarik sebanyak-banyaknya perhatian audiens. Tampaknya situs-situs ini berusaha menciptakan visit dan pageviews yang setinggi-tingginya. Dua ukuran ini akan mendongkrak posisi yang semakin tinggi dari suatu situs di berbagai lembaga pemeringkat situs online seperti Alexa dan comScore.

Impression menjadi salah satu jalan utama bagi eksistensi media online namun sekaligus membuka jalan bagi pertempuran perebutan audiens lewat teknis penyajian isi yang bisa saja memberi dampak buruk (audiens hanya mendapat noise bukan true voice). Kita dapat memahami kalau media online dibayar berdasarkan cost per click maka dapat dipastikan ribuan media online tidak akan mampu bertahan, sebab untuk mendapatkan jumlah pengunjung suatu situs yang mengklik iklan dalam jumlah yang signifikan bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan, di beberapa media online yang total impressionnya sudah cukup tinggi, jumlah klik iklan tetap tidak signifikan. Semua tergantung kemauan pengunjung situs termasuk ketertarikan mereka terhadap iklan. Alih-alih mengklik, begitu ada iklan yang menutupi halaman situs, audiens langsung menutup atau sengaja mengabaikan karena iklan dianggap mengganggu.

Baca : Media Planning: Konsep Efisiensi dan Efektifitas Dalam Pemilihan Media

Namun demi mengejar impression (seperti halnya rating dalam konteks televisi), banyak pengelola media online yang berupaya dengan segala cara menarik perhatian audiens untuk berkunjung ke suatu situs, termasuk menampilkan headline berita yang sangat menggoda, sekalipun isinya ternyata sangat jauh dari apa yang ‘dijanjikan’ lewat headline. Semua demi pageviews dan impressions.

Saran bagi pengelola situs media online, manfaatkanlah cost per thousand impressions sebagai salah satu alternatif dengan sebaik-baiknya. Artinya, rebutlah audiens dengan cara yang sehat, bukan dengan cara-cara yang membuat pengiklan akhirnya malas untuk beriklan, sebab bisa saja mereka enggan menggunakan media anda hanya karena isi media anda yang dianggap tidak memenuhi standar etika.

 

Berita terkait:
– Television Planning: Rating Game: Disadvantage Rating dan CPRP Bagi Stasiun Televisi
– Media Planning: Konsep Efisiensi dan Efektifitas Dalam Pemilihan Media
– Konsep Dasar Reach and Frequency
– Tetap Terhubung Advertising-Indonesia Dimana Saja