
|
|
Issue “Go Green” ini mencuat kembali ketika Advertising-Indonesia mewawancarai Harrirs Thajeb, Chairman Dentsu Aegis Network Indonesia, yang mengatakan bahwa issue tersebut kini menjadi perhatian generasi milenial. Perhatian tersebut tertuju pada berbagai brand maupun produk yang peduli dengan issue “Go Green” yang diciptakannya melalui beragam teknologi yang diterapkan kedalam produk yang dipasarkan.
Saat ini sudah banyak organisasi yang mendukung pelestarian lingkungan hidup yang diikuti oleh generasi milenial. Sebagai contoh adalah halaman di FB WWF Indonesia dimana follower dari halaman ini banyak diikuti oleh anak-anak muda di usia milenial. Begitupun dengan berbagai acara kegiatan yang diadakan oleh WWF banyak ditujukan kepada golongan milenial.
Issue “Go Green” sejak era social media menjadi lebih mudah di kampanyekan. Partisipasi dari generasi milenial pemerhati lingkungan terus dilakukan melalui socmed. Partisipasi ini terus meningkat ke tingkat interaksi yang lebih intensif. Hal ini jelas berbeda sebelum socmed popular seperti sekarang. Sejak WWF berdiri di tahun 1961, organisasi ini berjuang berdasarkan pilar idealisme dari orang-orang yang peduli terhadap lingkungan. Di era tersebut belum ada Facebook, Instagram atau Twitter yang bisa mendorong kampanye mereka sehingga mereka lebih banyak berkampanye menggunakan media konvensional. Selain kampanye yang dilakukan WWF, masih banyak kampanye lain yang dilakukan atas dasar konsep “Go Green” diantaranya adalah Earth Hour yang setiap tahun semakin banyak orang mengetahui tujuan Earth Hour ini.

Kini dengan hampir semua organisasi pendukung kampanye “Go Green” diikuti, minimal diketahui oleh generasi milenial. Kesadaran terhadap “Go Green” kini lebih mudah dipahami karena orang bisa merasakan langsung dampak dari kerusakan lingkungan, kepunahan hewan dan fauna.
“Go Green” akan terus bergulir. Apalagi setelah generasi milenial memahami lebih dalam apa itu issue “Go Green,” maka hal yang dapat terjadi adalah menjadikan issue “Go Green” ini sebagai gaya hidup. Pada akhirnya, generasi milenial di Indonesia menyadari bahwa Indonesia adalah paru-paru dunia dan kesadaran itu dipercepat melalui kampanye, diantaranya melalui social media.
Bagi brand maupun produk, issue “Go Green” akan menjadi salah satu atribut yang penting jika ditargetkan kepada segmen generasi milenial. Beberapa brand dan produk sudah lama mengkampanyekan issue “Go Green” seperti produk dengan polusi yang rendah ataupun radiasi yang kecil. Jika hal ini konsisten dilakukan, maka semakin banyak generasi milenial percaya terhadap keunggulan dan kepedulian brand dan produk yang peduli dengan issue “Go Green”.
(Foto: Freepik)
![]()
– Menangkan Perang Harga dengan Mempertajam Pesan
– Masyarakat Indonesia Semakin Rasional
– Tulus Ajak Selamatkan Gajah Sumatra




























