Media Planning
Media Touch Point dan Tugas Berat Para Media Planner

0
5499


ADVERTISING-INDONESIA.id – Brand touch point dan consumer media touch point adalah dua konsep yang saling terhubung. Lewat brand touch point kita bisa mengamati sejumlah touch point yang sangat berpengaruh terhadap kinerja tiga level brand purchase (pre-purchase, purchase dan post-purchase). Sementara itu, melalui consumer-media touch point kita bisa mengamati sejumlah touchpoint yang berpengaruh kuat terhadap aktifitas brand purchase khususnya pada level pre-purchase.

Pada setiap level brand purchase, terdapat beragam brand touch point yang mempengaruhi keputusan seseorang dalam membeli, menggunakan atau berhenti menggunakan sebuah brand. Advertising adalah salah satu brand touch point yang memililiki peran besar pada level pre-purchase experience. Advertising bekerja melalui kekuatan kreatif dan media yang bekerja secara sinergis. Kekuatan persuasi dari pesan yang dirancang tim kreatif akan bekerja optimal jika disebarkan atau disampaikan melalui media touch point yang tepat.

Advertising Media Touchpoint & Tugas Berat Media Planner

Advertising adalah aktifitas komunikasi brand yang menggunakan media sebagai alat dalam menyampaikan pesan. Di era pemasaran tradisional, media lebih banyak berperan sebagai jembatan komunikasi yang bersifat pasif dan touch point yang dikenal di era ini masih sangat terbatas. Di era digital saat ini, teknik pemasaran sudah berkembang sangat jauh dimana media berperan sangat aktif dalam menciptakan hubungan interaktif antara brand dengan audiens. Sejumlah media baru berteknologi digital bahkan mampu mendorong brand-audiences experiences hingga ke tingkat yang sangat signifikan, serta memicu ragam tindakan positif audiens terhadap brand seperti conversion.

Seiring dengan bertambahnya advertising media touch point, para media planner dituntut untuk mampu bertindak sebagai investment manager mengingat besarnya jumlah uang yang mereka kelola. Media planner adalah pihak yang memberikan advise atau saran kepada pemilik brand tentang touch point yang akan digunakan dan alokasi belanja iklan di setiap touch point.  Membelanjakan uang para pemilik brand selintas tampak mudah jika hanya berakhir di level media skedul, order dan monitoring. Namun saat ini, pengiklan mempertanyakan hasil investasi yang mereka tanamkan di berbagai touch point, yaitu: media manakah yang memberikan return of investment paling maksimal?

Tugas pertama para perencana media atau communications planner adalah mendaftarkan semua touch point yang tersedia di pasar. Tahap berikutnya adalah melakukan analisis terhadap seluruh touch point yang tersedia dan kemudian memutuskan media manakah yang paling bersinergi positif dengan pesan yang sudah disiapkan dan hendak dikomunikasikan agar tujuan-tujuan komunikasi bisa tercapai dengan efektif.

Tantangan yang sering dihadapi para media planner saat ini adalah beratnya mengikuti kemauan para pengiklan yang semakin cenderung memilih atau memutuskan sendiri media yang akan mereka gunakan sebagai media komunikasi brand. Saat ini, semakin banyak pengiklan yang merasa mampu menentukan media yang tepat untuk mereka gunakan berdasarkan pengalaman empiris mereka selama ini. Hal ini tak jarang menimbulkan benturan dengan pemikiran strategis tim kreatif dan para media planner yang juga memiliki pengalaman praktis yang panjang.