Beda FMCG, Beda Pula Properti
Sebenarnya cukup menarik mengapa FMCG mengkombinasikan Commercial Break dengan In-Program Ads, dimana hal tersebut berbeda dengan langkah yang dilakukan oleh iklan Meikarta. Meikarta fokus kepada penayangan di Commercial Break karena langkah berikutnya adalah fokus kepada aktifitas BTL untuk mendapatkan Leads atau data calon pembeli. Namun untuk FMCG di In-program Ads sebenarnya bisa dilihat sebagai aktifasi yang lebih mendorong orang untuk membeli atau dengan kata lain adalah hard sales apalagi kebiasaan pemirsa yang mengganti channel disaat ada jeda iklan. Jadi wajar saja jika FMCG melakukan penetrasi hingga melakukan iklan In-Program Ads sebagai salah satu upaya untuk mendorong sales yang sama halnya seperti mengejar customer hingga ke titik pengambilan keputusan untuk membeli produk pada saat itu juga.
Aktifitas beriklan antara FMCG dengan Meikarta tentu tidak mudah untuk dibandingkan karena keduanya memiliki objektif yang berbeda. Meikarta boleh jadi fokus di tahap awal pada Leads sedangkan FMCG fokus kepada sales support. Salah satu faktor pembedanya bisa dilihat dari harga produk yang dijual. Jika Meikarta dijual dengan harga rata-rata 100 juta ke atas per unit apartemen sedangkan produk FMCG seperti kopi atau teh dijual dengan harga 10 ribu ke bawah namun dengan pasar yang sangat luas.
Jadi, jika melihat belanja iklan antara FMCG dengan Properti dalam hal ini Meikarta adalah hal yang jauh berbeda untuk dibandingkan. Semua sangat tergantung kepada brand objetive, karakter konsumen dan harga produk yang dijual. Semakin panjang customer journey, maka semakin besar effort yang dilakukan agency untuk mendorong brand awareness dan brand preference hingga akhirnya terjadi penjualan produk.

![]()
– Mengenal Istilah Variasi “In-Program Ads” di TV
– In-Program Ads Jadi Daya Tarik Bagi Industri Media & Periklanan
– Belanja Iklan Meikarta Mencengangkan!
– Setelah Belanja Pengalaman & Petualangan, Lalu Apa?




























