
|
|
Tidak bisa dihindari bahwa dengan adanya internet dan sosial media mengubah platform media menjadi terbagi 2 yaitu platform media konvensional dan media sosial. Perbedaan antara keduanya terletak dari keunikan masing-masing. Untuk Media konvensional tentu sudah diketahui keunggulannya, begitupun dengan media sosial yang bersifat lebih personal dimana pemilik sosial media disebut “memiliki kontrol” yang lebih besar daripada media konvensional.
Kontrol yang lebih besar yang dimiliki konsumen inilah yang sebenarnya relevan dengan konsep “Experential Marketing”. Konsep “Experential Marketing” pada intinya mengangkat unsur emosional dan kedekatan secara psikologi dengan produk. Jadi, sudah bukan lagi bicara tentang keunggulan produk karena produk cenderung akan sama dengan kompetitor, maka yang dibangun adalah keunikan target market. Target market dilihat oleh brand sebagai figur yang unik sehingga sesuai dengan produk yang dipasarkan oleh brand. Dengan kata lain, brand lebih persuasif terhadap target marketnya sehingga target market dianggap sebagai “Raja”
Untuk itulah dengan adanya media sosial seperti Facebook atau Instagram saat ini sangat membantu brand untuk memperkenalkan produknya dengan behavior targetnya. Hal itu karena relevan dengan karakter target market yang selalu ingin menjadi “Raja” dalam menentukan pilihan apapun, termasuk pemilihan media sosial di smartphone miliknya. Target market khususnya pengguna media sosial bisa dengan leluasa memilih iklan yang sesuai dengan karakter kepribadiannya. Semakin iklan tersebut “kena” dengan karakter pribadinya, maka semakin mudah pesan dari sebuah iklan disampaikan.




























