Kreatifitas Menjadi Kunci Terdepan
Karakter target market yang bisa “mengontrol” sosial media membuat sebuah iklan butuh usaha yang lebih keras. Usaha itu bukan sekadar seberapa besar dana untuk melakukan media placement di sosial media tapi butuh kreatifitas yang luar biasa sehingga target market bisa melihat sebuah iklan dan membaca pesan. Kreatifitas menjadi “Kunci” agar sebuah iklan di sosial media bisa diterima oleh target audiens. Dalam praktiknnya, orang yang suka dengan sebuah iklan maka ia akan menonton atau melihat iklan dalam 3-5 detik. Bahkan jika iklan itu menarik maka target market bisa menonton iklan hingga selesai meski berdurasi hingga 3 menit. Tapi jika iklan itu tidak menarik, maka dalam hitungan 3 detik, target market langsung menutup iklan hanya dengan sentuhan jari.
Kreatifitas yang menarik akan berbuah “Viral” di sosial media. Istilahnya, dalam hitungan menit, iklan yang viral akan terus menyebar luas dan disebarluaskan oleh target market karena iklan tersebut dianggap unik ataupun bermanfaat. Lalu bagaimana cara agar sebuah iklan bisa viral di sosial media? Hingga saat ini belum ada pakem yang pasti bagaimana membuat iklan yang bisa viral di Indonesia. Namun pengalaman yang sering terjadi dari iklan yang viral biasanya hanya memiliki keunikan yang luar biasa sehingga diviralkan oleh netizen. Namun sekali lagi, keunikan yang membuat netizen memviralkan iklan tersebut belum tentu melibatkan pesan yang kuat. Bisa jadi pengguna sosial media ingin memviralkan sebuah iklan hanya karena lucu, menyenangkan atau membawa emosi. Tapi apakah setelah diviralkan akan membawa pesan yang diinginkan brand? Belum tentu, kan? Fakta itulah yang akan menjadi tugas berat bagi orang kreatif.
Di tahun 2018 konsep “Viral Marketing” akan semakin luas dan terus diteliti lebih ilmiah tentang apa dan bagaimana itu “Viral Marketing”. Hal ini sama ketika konsep “Experential Marketing” popular di pertengahan era tahun 2000-an. Semakin banyak orang advertising mempelajari customer behavior maka semakin besar peluang untuk membuat pesan yang bisa viral di kalangan target market khususnya pengguna sosial media. Untuk itu sangat wajar jika advertiser ataupun client menginginkan brand-nya menjadi viral, tapi harus diketahui bahwa begitu banyak faktor untuk membuat iklan menjadi viral di sosial media. Apakah iya, client hanya senang jika iklannya menjadi viral tapi pesannya tidak sampai ke target audiens?
![]()
– Antropolog adalah Digitalis Berikutnya?
– Menghidupkan Kembali Ekosistem Industri Media dan Agency di Era Digital
– Perspektif Peran Advertising di Era Digital
– Kombinasi Dahsyat Media Konvensional Dan Digital




























