Masa Suram Media Cetak di Tahun 2017

0
1688

“Survival Theory”

Salah satu cara untuk bisa “menyelamatkan diri” dari turbulensi saat ini adalah dengan mengubah mindset dan paradigma dari media cetak menjadi sebuah brand. Okay, jika nama media cetak saat ini bertransformasi menjadi brand, lalu produknya apa? Bagaimana caranya?

Mau tidak mau, suka atau tidak suka, media cetak harus menemukan side business yang baru sebagai sebuah pengembangan produk media. Tidak harus di bisnis kategori media, tapi juga bisa di kategori apapun selama punya target market dan positioning yang masih relevan dengan media cetak. Bisa saja, bisnis tersebut bergerak di bidang event organizer? Atau di bidang fotografi? Atau bidang e-commerce di kategori yang masih relevan dengan positioning media?

Begitu banyak yang bisa digali untuk media cetak agar bisa bertahan hidup. Hanya butuh kreatifitas dan pemikiran yang mendalam serta budaya berani berubah. Ketiga hal tersebut menjadikan media cetak bukan lagi sebagai media biasa apalagi ketika berhasil keluar dari krisis. Sebaliknya, media cetak tersebut akan sangat dihormati oleh seluruh industri komunikasi di Indonesia, bahkan mungkin di dunia.


– Peluang Media di Tahun 2018 Tahun Kredibilitas Media
– Selamat Jalan RollingStone Indonesia
– Survey Nielsen Terhadap Media CetakMedia Cetak Dinilai Sebagai Media yang Lebih Dipercaya