
|
|
Dilansir berita dari Viva bahwa kabar investasi ini berasal dari Reuters pada Kamis (18/1) yang lalu. Jika investasi ini menjadi kenyataan maka diatas kertas akan membuat langkah Gojek lebih leluasa melebarkan sayap bisnisnya. Terutama dengan kabar Gojek akan ekspansi ke India dalam beberapa waktu ke depan.
Aksi Gojek patut diacungi jempol, karena perusahaan yang belum genap berusia 10 tahun ini sudah bisa meraih investasi dari perusahaan BUMN dari Singapore. Berbeda dengan BUMN di Indonesia yang masih bergelut dengan kualitas dan kinerja SDM di perusahaan-perusahaan BUMN. Hal ini tentu menggelitik bahwa BUMN Indonesia justru tidak melirik Gojek sebagai sebuah perusahaan teknologi dengan visi yang kuat di era digital saat ini. Padahal kabar tentang Gojek ingin melakukan ekspansi keluar negeri begitu kuat terdengar dan disitulah peluang untuk BUMN Indonesia untuk menjadi Investor, namun BUMN Indonesia tidak melihat hal ini sebagai peluang usaha dalam skala internasional.
Jika melihat riwayat aksi korporasi Temasek di Indonesia tentu bisa disimpulkan bahwa apa yang dilakukannya hanyalah menjalankan sebuah aksi bisnis strategis dalam nilai yang besar. Temasek pernah membeli saham Indosat 41,94% di tahun 2002 dengan nilai 5,6 triliun lalu dijualnya kepada Qtel milik Qatar di tahun 2007 sebesar 16,74 triliun dalam waktu 5 tahun.
Dalam konteks persaingan bisnis ojek online, bukan hal yang aneh bahwa persaingan antara Gojek dengan Grab ibarat perebutan pengaruh dalam suatu bisnis. Teknologi yang bisa diduplikasi membuat perusahaan teknologi bukan sekadar membutuhkan ide dan inovasi tapi juga membutuhkan dana yang gigantik. Jika suntikan dana hanya kecil, maka itu malah berisiko terhadap ide dan inovasi yang bisa diakuisisi oleh kompetitor. Jadi langkah yang dilakukan Gojek dengan mendatangkan investasi dari Temasek dan Google adalah sebuah langkah yang berani dan tentu saja Indonesia berharap bahwa Gojek tetap dengan identitasnya yaitu “Karya Anak Bangsa” (Indonesia).

![]()
– Vietnam Perketat Penggunaan Internet Dengan Merekrut ‘Pasukan Siber’
– Mars Mulai Pikirkan Opsi Sentralisasi
– ZTE Siap Luncurkan Perangkat 5G di Awal 2019




























