Sementara itu Piala Dunia 2014 yang berlangsung di Brazil memberikan cerita yang sedikit berbeda karena bersamaan dengan bulan puasa yang berpengaruh ke kepemirsaan TV. Nielsen Ad Intel mencatat bahwa selama momen Piala Dunia 2014 dan juga Ramadhan, total belanja iklan mencapai lebih dari Rp 7 Triliun, angka yang tidak terlihat di bulan-bulan yang lain di tahun tersebut.
Namun, total belanja iklan yang dihasilkan selama tayangan Piala Dunia lebih rendah dibandingkan PD 2010, yaitu mencapai Rp 316 Miliar. Kategori Telekomunikasi dan Minuman Kesehatan masih ada dalam jajaran kategori utama yang mensponsori program tayangan Piala Dunia, dengan nilai belanja iklan masing-masing mencapai Rp 80,4 Miliar dan Rp 56,7 Miliar, namun kategori Rokok tidak lagi ada dalam jajaran sponsor utama. Telkomsel dan Extra Joss adalah produk dengan iklan terbesar dengan nilai belanja iklan Rp 39,6 Miliar dan Rp 35,9 Miliar, tidak jauh berbeda dengan yang digelontorkan di Piala Dunia 2010.
“Perbedaan waktu dengan negara penyelenggara Piala Dunia yang mempengaruhi jam tayang merupakan salah satu faktor yang turut menentukan kepemirsaan TV. Selain itu, adanya momen-momen seperti bulan Ramadhan juga berpengaruh karena pemirsa TV mempunyai kebiasaan yang berbeda di bulan tersebut.” ujar Hellen Katherina, Executive Director, Head of Media Business, Nielsen Indonesia.
Dari sisi kepemirsaan, dengan jumlah tayangan pertandingan yang lebih banyak yaitu 204, durasi rata-rata penonton adalah 23 menit untuk setiap pertandingan. Hal ini juga berimbas kepada rata-rata rating yang hanya mencapai 1,6%. Laga dengan rating tertinggi adalah Argentina vs Belgia yang mencapai 6,5% dan berhasil merebut 39% penonton TV yang aktif di jam tayang tersebut.


![]()
– Ini jadwal lengkap Piala Dunia 2018 di Rusia
– Ini jadwal lengkap Piala Dunia 2018 di Rusia
– Emtek Grup Akan Mengakuisisi KapanLagi Network
– Media Cetak Menjemput Ajal




























