Radio, Media Yang Masih Kuat Dan Relevan

0
3557

RADIO ITU SANGAT PERSONAL

Kekuatan radio tetap terletak pada audio dan hal ini sudah berlangsung sepanjang sejarah radio. Dua genre program radio yang sangat legendaris yaitu music and talks adalah program hasil olahan berbasis audio dan keduanya tetap masih dan sangat dibutuhkan.  Mendengar masih menjadi salah satu perilaku konsumsi media yang dipercaya akan terus bertahan sebab ada banyak sekali situasi yang memungkinkan seseorang melakukan aktifitas mendengar dari pada membaca dan menonton.  Betul bahwa fenomena digital menggiring semakin banyak bahkan mayoritas orang untuk mengonsumsi media-media secara online khususnya video dan teks. Namun demikian, ada tuntutan situasi bahkan rasa jenuh yang membuat seseorang tetap menyediakan waktu khusus untuk mendengarkan lagu, bincang-bincang dan laporan-laporan lalu lintas yang mengudara lewat radio dalam suasana rileks, bahkan mungkin sambil tiduran.  Menutup mata sambil menikmati lagu dan sapaan penyiar yang terkadang kocak dan menyegarkan tampaknya sulit untuk dilupakan.

Radio seringkali sangat kontekstual sehingga sulit dihindari.  Lagu seringkali mampu menggiring seseorang lebih konsentrasi mengingat masa lampau, membangkitkan semangat yang lagi melemah, menemani kesendirian, dan membangun komunikasi emosional jarak jauh.Hal-hal inilah yang membuat radio cenderung bertahan sekalipun tekanan media dan konten digital semakin kuat. Dari sudut pandang radio insight radio dipahami sebagai media yang sangat personal dimana seseorang mendengar radio karena merasa menemukan dirinya pada radio-radio tertentu baik melalui lagu, sapaan dan konten-konten lainnya.

Radio-radio di Jakarta seperti Indika FM, Prambors, Jak FM, Gen FM, Hardrock, Female, Sonora, dan El Shinta adalah sebagian dari ratusan stasiun radio yang masih terus mengudara karena dinanti dan didengar oleh para pendengar setianya setiap hari.  Dalam kurun waktu tiga bulan, secara kumulatif jumlah pendengar masing-masing radio ini masih sekitar 400 ribu hingga 1 juta orang, jumlah yang sangat signifikan (Nielsen, wave 3, 2017).

Nielsen dan Rajar adalah lembaga survey tingkat dunia yang rajin memelototi perilaku pendengar radio sehingga kedua lembaga ini secara rutin menyediakan data tentang konteks dan insight kependengaran radio khususnya dalam hal bagaimana, kapan dan dimana radio dikonsumsi terutama di era digital dewasa ini.  Lembaga penelitian ini juga mengamati jenis alat atau perangkat yang digunakan, aktifitas lain ketika mendengar, lokasi, dan siapa saja pendengar ragam program yang sedang mengudara.