
Sementara itu saham PT Astra International Tbk (ASII) dan anak usahanya PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) terpantau menanjak usai mencuatnya berita soal investasi Rp. 2 triliun ke Gojek.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham Astra International sempat naik 1,21 persen hingga Rp 8.300 per lembar hingga jeda perdagangan sesi I, dari sebelumnya Rp 8.200. Sementara, harga saham Astra Otoparts sempat menanjak hingga 1,29 persen ke level Rp 1.965 per lembar, dari sebelumnya Rp 1.940
Realitas dan terobosan bisnis yang dilakukan Astra kepada Go-Jek dinilai mampu mengikuti perkembangan ekonomi dengan berinvestasi di Gojek yang kini merupakan ‘unicorn’, atau perusahaan rintisan yang bernilai di atas US$1 miliar.
Ternyata didalam negeri bukan cuma Astra yang kepincut melakukan pinangan investasi kepada Gojek.
Sebab dikabarkan juga setelah mendapatkan tambahan modal dari PT Astra Internasional Tbk senilai Rp 2 triliun pada Senin (12/2). Gojek juga tak lama lagi bakalan diguyur dana segar dari Global Digital Niaga (GDN) yang merupakan anak perusahaan Grup Djarum.
Kusumo Martanto selaku CEO PT Global Digital Niaga mengungkapkan juga alasannya kenapa mau berinvestasi di Gojek lantaran memiliki kesamaan visi misi.
“Kami mau bangun dan perluas jaringan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” kata Kusumo di Hotel Fairmount Senayan.
Kusumo juga memastikan masih banyak kolaborasi lain lagi yang akan dilakukan bersama Gojek. Menurutnya kolaborasi tersebut bisa dalam bentuk logistik, pembayaran, dan membangun produk serta penerapan teknologi lainnya.
Untuk jangka panjang, Kusumo memastikan pihaknya juga sudah memiliki rencana yang bisa dilakukan bersama Gojek.
“Tidak menutup kemungkinan untuk jangka panjang kami akan melakukan pengembangan teknologi ataupun pembangunan produk bersama,” kata Kusumo.




























