Peluang Media Tradisional Dalam Membangun Attention

0
1735

PERAN MINOR MEDIA TRADISIONAL

Di tengah-tengah penggunaan media digital yang terus meningkat, juga teramati bahwa masih banyak pemilik brand yang tetap menggunakan televisi, majalah, koran dan radio sebagai media komunikasi dalam membangun attention. Harus diakui, bahwa media tradisional pada dasarnya memiliki potensi yang signifikan dalam membangun attention. Perhatikan bagaimana radio sangat potensial dalam membangun attention audiens terhadap brand lewat sapaan iklan di pagi hari atau pada saat driving time. Talkshow prime time masih diminati oleh pemilik brand karena lewat program ini mereka dapat membeli dan membangun attention. Iklan-iklan TV bahkan masih menjadi alat komunikasi brand yang pokok sebagaimana ditunjukkan lewat besarnya belanja iklan televisi yang dilakukan oleh brand-brand besar di Indonesia. Televisi memang masih menjadi media hiburan dan informasi yang diakses oleh ratusan juta audiens di Indonesia sehingga peluang dalam menciptakan impression melalui televisi tentu sangat besar. Pertanyaanya adalah, apakah impression masih dimaknai sebagai awal dalam membentuk attention?

Saat ini semakin banyak pemilik brand yang menilai bahwa media-media tradisional sudah tidak efektif dalam membangun attention. Di benak para pengiklan atau pemilik brand hanya ada satu keinginan yang terus membesar: mengoptimalkan penggunaan media yang benar-benar mampu membangun brand attention dengan secepat-cepatnya serta mengubahnya sejurus kemudian menjadi penjualan. Memaknai keinginan ini tentu mudah bagi mereka yang berkecimpung di area digital dan sebaliknya pasti sulit bagi pengelola media tradisional. Fenomena low-cost bahkan no-cost dalam membangun brand attention yang sangat mungkin diperoleh lewat earned media atau free media semakin menyulitkan posisi media-media tradisional.

MEMAKNAI IMPRESSION SEBAGAI BAGIAN PENTING DARI ATTENTION

Jika attention semata-mata diterjemahkan sebagai tindakan atau jika impression tidak lagi diterima sebagai salah satu ukuran attention maka ruang bagi media tradisional untuk berdiri sebagai media komunikasi brand jelas akan semakin sempit dan bisa benar-benar hilang atau lenyap. Peran dan kemauan para pengiklan untuk menerima impression sebagai salah satu ukuran attention tentu sangat diharapkan agar media tradisional seperti koran, majalah dan radio masih bisa bertahan sebagai media yang keakurasian dan independensi isinya masih tetap diakui secara luas.


– Menanti Peta Arah Beriklan di Dunia Digital
– Media Type Competition: Persaingan Plain AD Vs Direct Response AD
– Atribut Pokok Media Luar Ruang dan Radio