Konsumen Indonesia Tetap Optimistis di Akhir Tahun 2018

0
1324

Meskipun Kondisi Ekonomi masih menempati urutan pertama dalam hal kekhawatiran konsumen, pada kuartal keempat tahun 2018 ini persentasenya sedikit turun (30%) dibandingkan kuartal sebelumnya (32%). Di kuartal ini persepsi konsumen Indonesia mengenai resesi ekonomi juga lebih positif, dimana hanya 57% dari responden yang berpendapat bahwa negara sedang dalam keadaan resesi ekonomi. Angka ini turun cukup signifikan dari kuartal sebelumnya yang sebesar 61%. “Secara umum di kuartal keempat tahun lalu konsumen merasa cukup percaya diri dengan keadaan keuangan pribadi mereka dan mereka juga siap untuk berbelanja. Ini sangat mungkin dipengaruhi oleh periode liburan akhir tahun dimana sebagian besar konsumen merayakan tutup tahun.” ujar Agus Nurudin, Managing Director, Nielsen Indonesia. “Semangat akhir tahun ini sepertinya membawa suasana positif terhadap kondisi ekonomi bagi konsumen.” simpulnya.

Menjelang tahun politik dan pemilihan presiden tahun 2019, 24% konsumen menyatakan khawatir akan Stabilitas Politik, sedikit meningkat jika dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 22%. Kekhawatiran akan Keseimbangan Antara Hidup dan Pekerjaan serta Toleransi Antar Agama masing-masing berturut-turut ada di angka 17% dan 15%; sementara 13 persen konsumen khawatir Kesejahteraan dan Kesehatan Orang Tua.

Dalam hal mengalokasikan dana cadangannya, 68% konsumen memilih untuk Menabung, 47 persen memilih untuk menggunakannya untuk Berlibur, 42 persen memilih untuk Berinvestasi di Saham atau Reksadana. Selain itu 34% konsumen memilih untuk menggunakan dana cadangannya untuk Hiburan di Luar Rumah (34%) dan sebanyak 29% menggunakannya untuk Perbaikan Rumah / Tempat Tinggal. (Lihat Grafik 3)

GRAFIK 3: CONSUMERS CHANNEL SPARE CASH, Q4 2018

Terkait penghematan biaya rumah tangga, pada kuartal ini lebih dari setengah (59%) konsumen online Indonesia memilih untuk Mengurangi Biaya Hiburan di Luar Rumah, disusul oleh konsumen yang memilih mengurangi Belanja Baju Baru (43%) dan Mengurangi Liburan (39%).

 

– Menjaga Daya Saing Brand