Sebagai contoh, pada saat kita berbicara dengan seorang sahabat, harus disadari betul bahwa kita bukanlah penguasa pembicaraan sementara lawan bicara hanya seorang pendengar. Berikanlah kesempatan kepada lawan bicara anda untuk hanya sekedar mengatakan ya atau tidak. Setidaknya, berilah kesempatan untuk memberi respon sekalipun hanya melalui bahasa tubuh yang sederhana. Memberi kesempatan lawan bicara memberi respon adalah salah satu cara menjaga keseimbangan komunikasi dan bagi beberapa orang menjga keseimbangan ini seringkali sulit sebab perasaan mendominasi muncul sangat kuat dari dalam dirinya.
Contoh ketidakseimbangan komunikasi yang sering kita amati adalah saat bekerja di lingkungan formal. Menjaga keseimbangan pasti sulit bagi seseorang yang merasa posisinya lebih kuat atau lebih tinggi dari lawan bicara. Dalam berbagai kesempatan alih-alih menjaga keseimbangan seorang pimpinan seringkali malah membawa suasana komunikasi ke dalam suasana totaliter yang absolut dan ketidakseimbanganpun terjadi dengan sangat jelas.
Seandainya kita berkenan mengambil jeda sejenak untuk melihat apakah kita sudah memberi ruang bagi terciptanya keseimbangan terhadap berlangsungnya komunikasi maka kualitas hasil komunikasi kita akan jauh lebih meningkat. Penguasaan emosi adalah salah satu upaya menyeimbangkan berlangsungnya proses komunikasi dimana kita sedang terlibat aktif. Berkomunikasi seraya selalu mengingatkan diri sendiri untuk memberi ruang bagi keseimbangan akan mendorong kita melakukan komunikasi yang lebih introspektif dan jika hal ini terjadi maka kita mampu membaca atau menganalisa berbagai informasi dari berbagai sudut pandang.
Marvel Lawson seorang ahli komunikasi yang banyak mengulas tentang keseimbangan dalam komunikasi berpendapat bahwa komunikasi adalah salah satu fondasi atau hal fundamental dalam diri kita, dan komunikasi memerlukan keseimbangan yang membantu dinamika pembelajaran dan pertumbuhan komunikasi.
![]()
– Dilema Advertising Agency: Pekerjaan Vs Income
– Perlunya Membangun Komunikasi Teknis Dengan Klien
– Catatan Ringan: Posisi Puncak Perusahaan Periklanan, Milik Siapa?
– Dilema Perusahaan Distribusi: Jangan Pandang Sebelah Mata, Branding di Tingkat Domestik




























