BISNIS
Mengamati Bisnis Komunikasi Brand Di Tengah Pandemi Covid 19

0
1130

MENANGKAP PELUANG

Banyak pihak yang berupaya optimis dan berpikir positif serta melihat adanya peluang dalam situasi yang sulit saat ini.  Mereka percaya bahwa dalam konteks menjaga penjualan dan market share maka segala upaya komunikasi brand harus selalu dilakukan sebab jika tidak maka penurunan brand awareness (memorability audiens terhadap brand) serta reliability atau tingkat kepercayaan terhadap brand kemungkinan besar akan terjadi.  Hingga akhirnya akan berdampak buruk terhadap brand equity dan brand value.

Semua perusahaan memang dipaksa meninjau kembali segala taktik atau medium yang mereka gunakan dalam mengajak audiens untuk terlibat dengan brand bahkan mereposisi strategi pemasaran mereka termasuk mereview konteks pesan yang disampaikan melalui ragam media.  Bagaimanapun situasi dan kondisinya para pemilik brand dianjurkan untuk tetap mengajak audiens terlibat secara komunikatif dengan brand agar potensi penjualan tetap  terjaga seoptimal mungkin khususnya saat pandemi mulai mereda dan berakhir.

Di era pandemi COVID 19 tentu ada banyak hal yang berubah di level audiens atau konsumen.  Proses pengambilan keputusan pembelian hingga konsumsi cenderung semakin hati-hati khususnya bagi mereka yang mengalami penurunan dan ketidakpastian dari segi pendapatan.

Menurut Hill and Knowlton Strategies dalam satu artikelnya disebutkan bahwa secara keseluruhan 56% pelanggan di Kanada cenderung mengurangi belanja dan hanya membeli apa yang mereka benar-benar perlukan sehubungan dengan peta situasi saat ini serta memindahkan aktifitas belanja mereka secara damatis melalui e-commerce.  Hal yang sama juga diduga terjadi di Indonesia khusunya ketika semakin banyak orang yang bekerja dari rumah atau dirumahkan.

Salah satu tantangan terberat bagi para pelaku usaha komunikasi brand adalah melakukan shifting mindset dalam hal strategi bisnis khususnya bagi mereka yang sudah berpuluh tahun bertahan dengan pola lama.  Kendala lain yang mungkin dihadapi oleh pelaku bisnis yang mungkin cukup kaget dengan situasi saat ini adalah keterbatasan kemampuan dalam menciptakan strategi komunikasi baru yang siap dijual kepada client mereka masing-masing.

Sudah sangat jelas bahwa saat ini semua dipaksa berubah dan jika situasi ini diibaratkan sebagai pertarungan dalam perebutan kesempatan maka pemenangnya adalah mereka yang betul-betul kreatif, berani mencoba dan mengambil resiko.

Dua kata kunci understanding dan adaptation perlu dipahami dengan baik oleh para pelaku usaha baik pengelola brand maupun pelaku usaha komunikasi brand. Sebetulnya dua kata ini bukanlah sesuatu yang baru atau timbul seketika saat pandemic coronavirus tiba-tiba ‘menyeruak’.  Sepatutnya setiap hari para pelaku bisnis diarahkan untuk memahami dan menyesuaikan diri terhadap kebutuhan pelanggan.  Semua pihak juga dituntut untuk menemukan solusi kreatif yang mampu menyelesaikan persoalan dan kebutuhan pelanggan.  Perlu diingat bahwa audiens tetap membutuhkan pesan menarik tentang brand dan hal inilah yang perlu dijawab oleh para pelaku usaha komunikasi brand dengan menyiapkan strategi branding yang senantiasa relevan dan taktis.