Lewat Media Apapun, Iklan Yang Dirancang Dengan Hebat Pasti Mampu Menimbulkan Interaksi

0
1928

ADVERTISING-INDONESIA.id – Sejatinya, platform media apapun yang digunakan, iklan yang dirancang dengan hebat pasti mampu berinteraksi dengan audiens. Sejujurnya, kita harus mengakui bahwa iklan-iklan di media konvensional, hingga saat ini masih menciptakan penjualan baru bahkan sukses mempertahankan loyalitas.

MAKNA BARU INTERAKSI

Dewasa ini, mayoritas pengelola media konvensional atau media searah  sangat risau melihat semakin turunnya minat pengiklan dalam menggunakan media mereka sebagai media iklan. Para pengiklan menilai bahwa media konvensional sudah tidak efektif dalam membangun interaksi yang dianggap sebagai KPI aktifitas iklan paling utama. Sejatinya penilaian ini patut disesalkan sebab jutaan iklan media konvensional sudah terbukti sukses menciptakan interaksi positif yang berujung sukses brand. Namun, para pemilik media konvensional seolah pasrah dan tunduk kepada penilaian pasar.

Interaksi adalah kata kunci dalam setiap kegiatan komunikasi termasuk ketika sebuah brand dikomunikasikan melalui media. Setiap media baik media konvensional maupun digital jelas memiliki potensi interaksi dan oleh karena itu  iklan yang disampaikan lewat kedua jenis media tersebut sudah pasti berpotensi menimbulkan interaksi.  Namun eforia media digital seolah mengabaikan hal tersebut.

Diperlukan keseimbangan pemahaman antara client dengan agency tentang iklan yang interaktif.

Definisi atau batasan interaksi yang digunakan oleh pengiklan memang semakin jauh bergeser dari makna aslinya. Interaksi saat ini dipahami lewat mekanisme klik, download webpages, ask for further information bahkan pembelian. Hal ini tak pelak menimbulkan kerancuan KPI bagi sejumlah hasil karya kreatif di era milenial sekarang ini. Semuanya diukur dan dikejar lewat dampak langsung iklan terhadap penjualan atau conversion.

Perdebatan antara client dengan agency tentang dampak sebuah iklan menjadi hal yang semakin sering terjadi. Kehebatan Banner ads yang ditayangkan di situs-situs online dinilai oleh client berdasarkan jumlah audiens yang meng-klik banner ads tersebut. Rating keberhasilan akan naik lebih tinggi jika terjadi tindakan positif lain seperti meminta info lanjutan atau melakukan pembelian.

Client semakin gencar menggunakan parameter pengukuran iklan yang instan karena menganggap penayangan iklan melalui platform digital dianggap dapat meningkatkan brand awareness secara interaktif dan dalam waktu yang singkat. Akhirnya, media konvensional semakin ditinggalkan dan platform digital menjadi pilihan utama. Namun, sekali lagi, diperlukan keseimbangan pemahaman antara client dengan agency tentang iklan yang interaktif. Apakah interaksi iklan hanya dinilai dari jumlah klik? action to buy atau conversion?