Alarm Bahaya Terhadap Media Konvensional Semakin Kuat: Berubah atau Bubar

0
2095

ADVERTISING-INDONESIA.id – Media konvensional yang masih saja sulit untuk melakukan perubahan dan mengakui dinamika perubahan media, pasti akan mengalami kesulitan struktural dan dalam jangka waktu yang tidak lama terancam bubar.

Perubahan struktral industri media dinilai mustahil untuk berhenti, baik dari segi konteks maupun konten. Konteks pembentukan dan pengolahan konten terus berkembang serta menyajikan tantangan yang sangat kompleks bagi para pengelola media. Dominasi media cetak yang awalnya dikenal sangat kuat dalam konteks pemberitaan, perlahan-lahan namun pasti mengalami pergeseran dan broadcasters yang sebelumnya tidak dianggap sebagai bagian dari kegiatan jurnalis, menjejakkan ‘kakinya’ dengan mantap dan menyebut diri bahkan sudah diterima luas sebagai bagian dari kegiatan jurnalis. Mereka juga meyakinkan audiens bahwa mereka menyuarakan kebenaran informasi, bukan sekedar “noise”.

MENERIMA PERUBAHAN DENGAN PIKIRAN TERBUKA

Live televised yang ditampilkan media televisi memberi pengaruh yang sangat besar terhadap pola konsumsi audiens. Media-media cetak harian yang sebelumnya sangat berfokus pada pemberitaan umumnya sangat menyadari adanya perubahan tersebut, dan berupaya melakukan perubahan signifikan terutama dalam cara menyajikan isi, terutama berita. Sekalipun demikian, masih banyak  praktisi media cetak lama yang masih sulit mengubah pola pikir, sikap dan tindakan mereka dan menjalankan bisnis dengan cara konvensional. Media yang masih saja sulit untuk melakukan perubahan dan mengakui dinamika perubahan media, pasti akan mengalami kesulitan struktural dan dalam jangka panjang terancam bubar.

Perubahan perilaku industri media yang sangat cepat tentu merupakan pesan yang perlu ditanggapi dengan sungguh-sungguh dan bijak khususnya oleh para pengelola media, serta pemegang dan pengelola brand. Pertanyaan-pertanyaan atau gugatan tentang tingkat loyalitas audiens terhadap media-media lama sangat sering digaungkan terutama oleh para pengiklan dan imbasnya adalah keraguan terhadap efektifitas media lama sebagai sarana promosi.

Pergeseran pola konsumsi media yang terjadi di hampir seluruh rentang usia (anak-anak, remaja, dewasa muda hingga senior) sudah dibuktikan oleh hasil berbagai penelitian tentang perilaku media. Jika kemudian data dan informasi ini tidak diakui serta diikuti dengan cara pengelolaan media yang baru, maka secara perlahan media lama akan mengalami ketidaksesuaian dengan pasar (market incompatibility).

Sebagai salah satu contoh adalah pergeseran pengakuan audiens tentang manfaat media. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa audiens sudah mengakui peranan yang sangat kuat dari media online dan televisi dalam hal penyampaian berita, baik kecepatan, akurasi, dan keseimbangan berita. Sekalipun prinsip kehati-hatian dan kedalaman masih dianggap kurang, namun penerimaan dan kepuasan audiens terhadap manfaat televisi dan media online dalam menyajikan berita terus semakin tinggi.